TVRINews, Jakarta
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperluas edukasi keamanan pangan hingga ke komunitas desa wisata melalui kerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong produk pangan lokal agar lebih aman, berkualitas, dan berdaya saing.
Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan edukasi dan sosialisasi keamanan pangan merupakan salah satu program strategis BPOM yang dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui sinergi program Desa Pangan Aman yang diinisiasi BPOM dengan program Desa Wisata Kemenpar, masyarakat akan didorong untuk meningkatkan kemampuan dalam memilih, mengolah, memproduksi, dan mengonsumsi pangan yang aman. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, asistensi, pendampingan, serta pemberdayaan komunitas.
Taruna menilai, kerja sama dengan Kemenpar menjadi peluang bagi BPOM untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di desa wisata. Edukasi tersebut dinilai penting karena kasus keracunan pangan masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di berbagai negara.
Ia juga menekankan bahwa tugas BPOM tidak hanya berkaitan dengan pengawasan dan penindakan, tetapi mencakup pembinaan masyarakat serta pelaku usaha agar memahami standar keamanan pangan.
“Padahal tupoksi kami bukan hanya penindakan, tapi mulai dari edukasi, membimbing, asistensi, pendampingan, dan sebagainya. Fungsi penindakan itu cuma sekitar 10 persen,” kata Taruna dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurutnya, pendampingan kepada komunitas desa dapat membantu meningkatkan kualitas produk pangan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Produk pangan dan kuliner khas desa yang memenuhi standar keamanan dan kualitas juga berpeluang memperluas jangkauan pasar.
BPOM berharap kolaborasi tersebut tidak hanya menekan risiko keamanan pangan, tetapi juga mendorong produk lokal agar mampu menembus pasar ekspor dan menjadi bagian dari keunggulan nasional.
“Kita berharap kualitas produk-produk yang dihasilkan komunitas desa dapat meningkat hingga bisa diekspor dan menjadi salah satu keunggulan nasional,” ujar Taruna.










