TVRINews, Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum menyalurkan 16 ribu liter air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap selama dua hari, yakni pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Penyaluran air bersih dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh dengan menyasar masyarakat di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang.
Bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana, terutama ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan menjaga kebersihan selama masa tanggap darurat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pemerintah terus mengupayakan penanganan cepat terhadap dampak banjir bandang, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani. Kementerian PU terus bergerak melakukan pendataan, pemeriksaan, dan penanganan infrastruktur yang terdampak, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Minggu, 1 November 2026.
Dalam dua hari pelaksanaan, sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan pada 31 Oktober dan kembali didistribusikan sebanyak 8.000 liter pada 1 November 2026.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPBPK Aceh menerjunkan enam personel dengan mengoperasikan dua unit mobil tangki air. Armada tersebut digunakan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih.
Kementerian PU menilai ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak setelah bencana terjadi. Selain untuk memasak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasokan air juga diperlukan guna menjaga sanitasi dan mencegah munculnya gangguan kesehatan di lingkungan pengungsian maupun permukiman terdampak.
Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU memastikan dukungan infrastruktur dasar terus dilakukan selama proses penanganan darurat berlangsung.
Selain pendistribusian air bersih, pemerintah juga melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap infrastruktur yang terdampak banjir bandang sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah.
Kementerian PU menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung penanganan bencana serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.









