TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengurangi timbulan sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Rokhmat menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, yang diharapkan melek terhadap pengelolaan sampah dan sadar akan pentingnya membuang, memilah, serta mengolah sampah.
“Mengajak generasi muda jangan membuang sampah sembarangan, karena sampah ini adalah problem di masyarakat. Beban sampah di Kabupaten Kuningan sangat berat sekali, yaitu kurang lebih 400 ton yang bisa tertangani baru sekitar 200 ton, sisanya bisa menjadi masalah,” ujar Rokhmat dikutip dari Parlementaria, Minggu, 8 November 2026.
Persoalan tersebut juga tercermin dari keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ciniru. Berdasarkan kutipan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, potensi timbulan sampah mencapai sekitar 495 ton per hari, sementara sekitar 260 ton di antaranya masuk ke TPA Ciniru.
DLH memperkirakan kapasitas TPA tersebut hanya mampu menampung sampah sekitar satu tahun ke depan sehingga diperlukan pengembangan fasilitas pengolahan sampah terpadu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui DLH menyiapkan pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini memungkinkan sampah yang telah melalui proses pemilahan dan pengolahan dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara, antara lain untuk kebutuhan industri semen.
Fasilitas tersebut direncanakan memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 200 ton sampah per hari. Selain itu, pemerintah daerah juga merancang pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat wilayah untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA.
Selain pengelolaan sampah, Rokhmat juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam melalui kegiatan menanam dan memelihara pohon, khususnya jenis pohon endemik. Menurutnya, upaya pelestarian tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan alam dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Kuningan.
Ia berharap Kuningan dapat terus dikembangkan sebagai kabupaten pariwisata, konservasi, pendidikan, dan budaya. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan komitmen bersama dalam menjaga potensi daerah sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap lingkungan dan masa depan wilayahnya.
“Saya kira jadikanlah Kuningan sebagai kabupaten pariwisata, kabupaten konservasi, kabupaten pendidikan, dan kabupaten budaya. Ini harus kita jaga bersama-sama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rokhmat berpesan agar para pelajar terus semangat belajar, tidak mudah menyerah, dan berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Ia berharap generasi muda Kuningan kelak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik serta menjadi sumber daya manusia yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Belajar, jangan pernah mudah menyerah, gantungkan cita-cita setinggi langit. Agar kelak para pelajar ini bisa masuk di perguruan tinggi terbaik dan bisa menjadi pengusaha yang hebat, pengusaha yang bermanfaat, dan pengusaha yang dermawan,” pungkasnya.










