TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong dunia akademik untuk mengembangkan inovasi konservasi air guna mengantisipasi ancaman krisis air akibat eksploitasi lingkungan serta masifnya penggunaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan pusat data (data center).
Menurut Diaz, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghadirkan riset dan solusi nyata yang dapat diaplikasikan langsung dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
"Manusia butuh air tapi sumber air sedikit dan kita juga merusak danau dan sungai, air tanah kita eksploitasi berlebihan, lalu kita pakai AI yang akan menghabiskan air, jadi memang kita butuh solusi seperti yang dihasilkan di kampus ini, solusi bagaimana cara konservasi air," ujar Diaz dikutip dari siaran persnya, Minggu, 8 November 2026.
Lebih lanjut, Diaz menjelaskan bahwa operasional pusat data (data center) serta proses pelatihan model AI membutuhkan pasokan air dan listrik dalam skala besar untuk mendinginkan perangkat keras agar terhindar dari panas berlebih.
"Apa masalahnya dengan AI? data center-nya, mungkin tidak seberapa kalau satu query tapi sebenernya bisa mencapai miliaran per hari dari satu model saja, dan setiap entry membutuhkan air, apalagi kalau AI nya lagi belajar atau training, pasti membutuhkan air dan listrik yang banyak sekali," katanya.
Sebagai langkah konkret pencegahan dari sisi ekologis, pemerintah juga terus memperkuat upaya pemulihan cadangan air nasional melalui pengelolaan ekosistem lahan gambut. Diaz menegaskan perlunya menghentikan praktik pengeringan gambut melalui pembuatan kanal dan menggantinya dengan pembangunan sekat kanal guna menjaga fungsi hidrologis dan ketersediaan cadangan air tanah.
"Sekarang lagi banyak dibahas terkait karhutla di lahan gambut yang sebenernya bisa menampung air, tapi yang kita lakukan pada gambut adalah buat kanal, biar air nya keluar dan nanti bisa ditanam sawit, jadi kita harus hentikan ini dan kita buatkan sekat kanal supaya mengembalikan air lagi ke gambut," tegasnya.










