Penulis: Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan informasi terkait proses administrasi penyaluran bantuan logistik di Pos Damar, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan tidak ada pemaksaan dalam proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bantuan logistik. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers update penanganan pascagempa bumi NTT, Minggu, 23 Agustus 2026.
"BNPB menegaskan tidak ada pemaksaan dalam proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima atau BAST bantuan logistik," kata Berton, Minggu, 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap karena akses kendaraan berat menuju sejumlah lokasi terdampak terbatas. Sebanyak tiga unit truk logistik dikirim dari Posko Utama BPBD menuju sejumlah titik pengungsian, kemudian bantuan diangkut menggunakan kendaraan yang lebih kecil.
Kemudian Berton mengatakan, proses BAST dari BNPB sebelumnya telah dilakukan bersama Posko Utama BPBD Kabupaten Manggarai Timur. Sementara itu, mekanisme administrasi BAST pada tingkat kecamatan merupakan kewenangan BPBD Kabupaten Manggarai Timur.
"Setiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat," tuturnya.
BNPB juga meminta seluruh pihak mengedepankan informasi yang akurat terkait proses distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.
Berton berharap klarifikasi tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat maupun media dalam menyampaikan informasi, sehingga tidak terjadi penyebaran misinformasi dan disinformasi.
"Mari bersama-sama fokus melayani masyarakat terdampak," ucapnya.
Sementara itu, hingga Minggu 23 Agustus 2026, BNPB mencatat gempa susulan di NTT telah mencapai 5.688 kali dengan magnitudo terbesar 6,2. Sebanyak 130 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.
Hingga pukul 18.16 WIB, jumlah korban meninggal akibat bencana gempa mencapai 91 jiwa, sementara korban luka sebanyak 1.286 jiwa dan jumlah pengungsi mencapai 161.084 jiwa.
BNPB menyebut rangkaian gempa susulan masih berpotensi berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu sejak gempa utama. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.










