TVRINews, Jakarta
Eksekutif muda Ali Hadji terus memperluas kiprahnya di bidang energi, investasi, teknologi, dan pengembangan usaha. Melalui berbagai peran strategis yang dijalankannya, ia berupaya memperkuat hubungan komersial antara kawasan Timur Tengah, Gulf Cooperation Council (GCC), dan ASEAN guna menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Ali Hadji saat ini menjabat sebagai Chief Financial Officer Nikoil Group, President Director Ascentia, serta Senior Executive Investment and Portfolio Manager di JTA International Investment. Selain itu, ia juga menjalankan berbagai peran representatif dan komersial bersama sejumlah perusahaan internasional, institusi, serta mitra strategis.
Di kalangan profesional, Ali Hadji dikenal dengan julukan "The Mandate". Fokus utamanya meliputi investasi, pengembangan proyek, energi, teknologi, keuangan, serta hubungan bisnis internasional. Ia juga aktif menghubungkan peluang investasi, teknologi, rantai pasok, dan kerja sama strategis antara pasar GCC dan ASEAN.
Kiprah Ali Hadji mencakup sejumlah sektor strategis, seperti minyak dan gas, rantai pasok internasional, investasi dan keuangan, pengembangan proyek, teknologi maju, hingga pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM).
Dalam sektor energi, ia mendorong terbentuknya hubungan antara rantai pasok dan kebutuhan industri melalui kerja sama yang mengedepankan kepatuhan, transparansi, manfaat bersama, serta kemitraan jangka panjang.
Di bidang teknologi lingkungan, Ali Hadji mendukung pengembangan teknologi Universal Waste Destructor berbasis thermal plasma. Teknologi tersebut dirancang sebagai solusi pengolahan limbah modern yang memiliki potensi mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah dengan konsep waste-to-energy atau konversi limbah menjadi energi.
Menurutnya, transfer teknologi tidak hanya menghadirkan peralatan dari luar negeri, tetapi juga harus mendorong peningkatan pengetahuan, kemampuan sumber daya manusia, aktivitas ekonomi, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Selain berfokus pada investasi dan teknologi, Ali Hadji juga memberi perhatian terhadap pengembangan UKM dan profesional muda. Ia mendorong peningkatan kemampuan komersial, disiplin, serta kesiapan generasi muda agar mampu bersaing di pasar global.
Kemampuannya beradaptasi dalam berbagai budaya dan lingkungan bisnis internasional menjadi salah satu kekuatan utama. Posisinya di antara Timur Tengah dan Asia Tenggara membuka peluang untuk menghubungkan modal, teknologi, rantai pasok, dan berbagai proyek strategis di kedua kawasan.
Ali Hadji menilai keberhasilan kolaborasi berawal dari kesamaan pemahaman.
“Saling memahami dan berada pada frekuensi yang sama dapat menghasilkan kerja kolektif dengan kepentingan bersama,” ungkap Hadji, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan nilai dari keterbatasan sumber daya.
“Seni yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menciptakan nilai dan menghasilkan keuntungan dengan sumber daya yang terbatas. Jika sejak awal setiap orang memiliki segalanya, maka semua orang dapat menjadi kaya,” ujarnya.
Bagi Ali Hadji, bisnis tidak hanya berkaitan dengan menemukan peluang, tetapi juga mengubah peluang menjadi hasil yang nyata sekaligus menjaga tanggung jawab kepada mitra, institusi, dan masyarakat. Pandangan tersebut tercermin dalam prinsip yang sering ia pegang.
“Apa yang kita lakukan dalam kehidupan dapat memberikan gema dan dampak jauh melampaui momen saat ini,” terangnya.
Prinsip itu mendorongnya memandang kewirausahaan sebagai sarana membangun hubungan antara industri, teknologi, modal, dan kemampuan manusia. Ambisinya tidak sekadar berpartisipasi dalam dunia usaha, melainkan menciptakan kemitraan, membuka akses, menghadirkan solusi, serta menghasilkan nilai yang memberi manfaat lebih luas.
Perjalanan Ali Hadji juga menjadi gambaran lahirnya generasi baru pemimpin bisnis yang mengandalkan disiplin, ketangguhan, kredibilitas, kemampuan beradaptasi, dan pemikiran strategis.
Di tengah upaya Indonesia memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi Asia Tenggara, kontribusi pelaku usaha yang mampu menjembatani investasi internasional, teknologi, komoditas, dan pengembangan proyek dinilai semakin penting.
Melalui kiprahnya, Ali Hadji menunjukkan komitmen membangun kolaborasi lintas negara, membuka peluang baru, serta mendorong kerja sama ekonomi yang memberikan dampak positif secara berkelanjutan.








