TVRINews, Jakarta
Pemerintah bersiap menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimaksimalkan mulai dari tingkat daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Penguatan Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Teuku Riefky, langkah tersebut sejalan dengan pandangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang melihat potensi besar sektor ini dalam menopang perekonomian bangsa.
"Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto melihat bahwa ekonomi kreatif ini sangat berpeluang, bahkan telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi kata kuncinya adalah dimulai dari daerah. Sesuai dengan niat mulia dari beliau, bahwa pembangunan harus dimulai dari daerah, dan tentu begitu juga dengan ekonomi kreatif," kata Teuku Riefky.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan industri kreatif selaras dengan amanat Asta Cita ketiga, yang menekankan peningkatan lapangan kerja berkualitas melalui peningkatan keterampilan SDM.

"Dalam Asta Cita ketiga, itu dikatakan bahwa meningkatkan lapangan kerja berkualitas, arti dari kualitas di sini adalah skill tentunya, dengan salah satunya mengembangkan industri kreatif. Sebenarnya satu tarikan nafas Asta Cita ketiga ini dengan melanjutkan pengembangan infrastruktur. Jadi beririsan juga ketika infrastruktur semakin berkembang, tentu peningkatan kualitas dari lapangan kerja juga perlu menjadi perhatian kita bersama," terangnya.
Selain Asta Cita ketiga, penguatan sektor ini juga berkaitan dengan Asta Cita kelima mengenai hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk. Teuku Riefky menekankan bahwa hilirisasi tidak hanya berlaku di sektor pertambangan, tetapi juga diterapkan pada industri kreatif nasional untuk mensubstitusi produk luar negeri.
"Kemudian juga di Asta Cita kelima, ketika beliau mengamanatkan juga hilirisasi meningkatkan nilai tambah. Tentu yang teman-teman media selalu dengar hilirisasi pertambangan, tetapi hilirisasi industri kreatif dimana market industri kreatif yang ada di Indonesia itu juga dipenuhi oleh produk-produk kreatif dari luar negeri ini juga akan dilakukan hilirisasi. Fashion asing menjadi fashion lokal, film asing menjadi film lokal," jelasnya.
Melalui langkah strategis tersebut, pemerintah berkomitmen mendorong hasil karya dan produk kreatif Indonesia agar mampu bersaing hingga tingkat internasional.
"Artinya kami akan terus mendorong produk-produk kreatif Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga untuk masuk ke pasar regional bahkan ke pasar global," pungkasnya.









