TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerja Sama Kebudayaan antara Kementerian Kebudayaan RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Oriental Uruguai.
Penandatanganan dilakukan secara sirkular (desk to desk) di Ruang Galeri Maduganda, Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi perjanjian bilateral pertama antara Indonesia dan Uruguai di bidang kebudayaan. MSP ini diharapkan menjadi landasan kerja sama kedua negara sekaligus mempererat hubungan bilateral dan meningkatkan saling pengertian melalui pertukaran serta pengembangan kebudayaan.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran dan partisipasi dalam kegiatan budaya, pertukaran seniman, praktisi budaya, pakar, dan delegasi. Selain itu, kedua negara akan mengembangkan kerja sama antarlembaga kebudayaan, termasuk museum dan lembaga pelestarian manuskrip bersejarah.

(Foto: TVRINews/HO-Kemenbud/Hebusa)
Kerja sama juga mencakup pengembangan sastra, penerjemahan, penerbitan, produksi film dan audiovisual, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan, lokakarya, dan program residensi. Kedua negara turut membuka peluang promosi kebudayaan, pertukaran informasi, konsultasi kebijakan, hingga koordinasi isu kebudayaan di tingkat bilateral, regional, dan internasional.
Dokumen MSP yang disusun dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Spanyol, dan Inggris, selanjutnya diserahkan kepada Duta Besar Republik Oriental Uruguai untuk Indonesia, Cristina Gonzalez, yang turut hadir dalam proses penandatanganan.
Dokumen tersebut dibawa ke Montevideo, Uruguai, melalui kantong diplomatik (diplomatic pouch) untuk disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Uruguai, José Carlos Mahía, guna ditandatangani.
MSP ini berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan terakhir dan dapat diperpanjang secara otomatis sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
Dalam proses penandatanganan, Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Direktorat Amerika II Kementerian Luar Negeri RI.










