TVRINews, Jakarta
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menegaskan pentingnya menanamkan pemahaman keselamatan perkeretaapian kepada masyarakat sejak usia sekolah. Hal itu dilakukan KAI melalui edukasi keselamatan kepada lebih dari 150 siswa kelas VII SMP Tarakanita 2 Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Franoto mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari langkah preventif KAI untuk membangun budaya keselamatan sejak dini. Para siswa diberikan pemahaman mengenai perilaku yang aman saat menggunakan kereta api maupun ketika berada di sekitar jalur dan perlintasan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Melalui edukasi kepada para pelajar, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa menjaga keselamatan perjalanan kereta api juga membutuhkan kedisiplinan dan kepedulian seluruh masyarakat,” ujar Franoto dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, KAI mengingatkan para siswa mengenai sejumlah hal yang harus diperhatikan ketika berada di lingkungan perkeretaapian. Salah satunya adalah larangan bermain, berkumpul, atau melakukan aktivitas apa pun di jalur kereta api.
Pelajar juga diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu atau membahayakan perjalanan kereta api. Ketika berada di perlintasan sebidang, mereka harus mematuhi seluruh rambu dan aturan keselamatan yang berlaku.

(Foto: TVRINews/HO-KAI)
KAI secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menerobos perlintasan ketika alarm sudah berbunyi atau palang pintu mulai ditutup. Perjalanan kereta api juga harus selalu menjadi prioritas ketika pengguna jalan berada di perlintasan sebidang.
Menurut Franoto, pelajar dapat menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan pesan keselamatan. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan tidak berhenti pada para siswa, tetapi juga diteruskan kepada orang tua, saudara, teman, dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan masing-masing. Mereka bisa mengingatkan teman maupun keluarganya untuk selalu tertib dan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur kereta api,” katanya.
Kegiatan edukasi berlangsung secara interaktif. Lebih dari 150 siswa mengikuti pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi serta sesi tanya jawab seputar keselamatan dalam perjalanan kereta api.
Franoto menambahkan, sosialisasi keselamatan akan terus dilakukan KAI sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Keselamatan tidak cukup hanya dijaga oleh petugas. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk mematuhi aturan, tidak beraktivitas di jalur kereta api, dan selalu mengutamakan keselamatan ketika melewati perlintasan,” tegas Franoto.
Ia berharap edukasi yang diberikan sejak bangku sekolah dapat membentuk perilaku disiplin dan peduli terhadap keselamatan hingga para pelajar tumbuh dewasa.
“Kami ingin kesadaran tersebut tumbuh sejak dini dan menjadi kebiasaan hingga mereka dewasa,” pungkasnya.









