TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan tiga Sekolah Rakyat di Jawa Barat 1 yang berlokasi di Kabupaten Sumedang, Indramayu, dan Cirebon siap difungsikan secara bertahap. Infrastruktur pendidikan tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar siswa sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Dody mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“Mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” kata Dody dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2026.
Tiga Sekolah Rakyat tersebut kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan pada sejumlah bagian bangunan. Kementerian PU tetap melakukan penyempurnaan fasilitas dengan memperhatikan faktor keselamatan serta memastikan pekerjaan konstruksi tidak menghambat proses belajar mengajar yang sudah berlangsung.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, Kementerian PU menerapkan sejumlah metode pengerjaan. Strategi tersebut mencakup sistem kerja tiga shift, pengerjaan secara paralel, serta penggunaan teknologi metal deck slab dengan wiremesh.
Langkah percepatan tersebut dilakukan agar fasilitas sekolah dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.
Ketiga Sekolah Rakyat di Jawa Barat 1 dibangun oleh PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh melalui kerja sama operasi (KSO).
Fasilitas yang tersedia dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu. Selain gedung sekolah, kompleks tersebut dilengkapi asrama siswa, rumah susun bagi guru, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta dapur.
Kementerian PU juga membangun sejumlah fasilitas penunjang lainnya, seperti jaringan air bersih, sistem pengolahan limbah, hingga sarana olahraga.
Dody menilai penyediaan fasilitas secara terpadu penting agar siswa tidak hanya memperoleh ruang belajar, tetapi juga lingkungan yang mendukung aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari selama berada di sekolah berasrama.
Pembangunan Sekolah Rakyat tersebut menjadi bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap pelaksanaan Visi PU 608, khususnya target pengentasan kemiskinan. Infrastruktur pendidikan diharapkan dapat memperluas akses terhadap layanan dasar sekaligus membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pembangunan tersebut, pemerintah menargetkan anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik sehingga dapat memiliki bekal untuk meningkatkan taraf hidup dan memutus mata rantai kemiskinan.









