TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan mendukung kolaborasi antara budaya Indonesia dan Pokemon sebagai bentuk akulturasi yang mempertemukan warisan budaya Nusantara dengan budaya populer global.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan The Pokemon Company di Indonesia yang disampaikan dalam acara Pokemon Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027 di The St. Regis, Jakarta.
Salah satu bentuk kolaborasi yang dikembangkan adalah perpaduan Pokemon dengan wayang. Wayang sendiri merupakan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah diakui UNESCO.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pertemuan wayang sebagai warisan budaya Indonesia dengan Pokemon sebagai intellectual property (IP) global dapat memperluas pengenalan wayang ke masyarakat dunia.
Fadli Zon menjelaskan, Indonesia memiliki beragam jenis wayang yang mencerminkan kekayaan budaya di berbagai daerah, mulai dari Wayang Jawa, Wayang Sunda, hingga Wayang Sasak.

(Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. [Foto: TVRINews/HO-Kemenbud RI])
“Kemudian yang mengalami akulturasi budaya, misalnya dengan Tionghoa menjadi Wacinwa, dan Wayang Potehi. Sekarang akulturasi di era modern, dengan Pokewayang, ini adalah satu bentuk akulturasi baru,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Kemenbud, Selasa, 15 September 2026.
Ia menambahkan, wayang tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tuntunan. Nilai edukatif yang terkandung dalam wayang dinilai dapat terus dikembangkan mengikuti perubahan zaman.
“Kementerian Kebudayaan memandang kolaborasi dan akulturasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kebudayaan yang tidak berhenti pada pelestarian, tetapi juga membuka ruang pengembangan dan pemanfaatan budaya. Ekosistem tersebut mencakup sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai bagian dari hilirisasi kebudayaan,” jelas Menbud.
Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai ekonomi kreatif dapat menjadi sarana untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke tingkat global.
“Ini merupakan satu kebanggaan buat kita. Karena bagaimana kita bisa menggunakan ekonomi kreatif untuk melestarikan dan mengekspor kebudayaan kita, agar seluruh dunia tahu mengenai kearifan lokal dan kebudayaan Indonesia,” tandasnya.
Corporate Officer of Pokemon Company Susumu Fukunaga mengatakan, kolaborasi dengan budaya Indonesia sebelumnya juga dilakukan melalui batik yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
“Kami punya misi ingin menyampaikan budaya Indonesia dan dunia Pokemon, kepada anak-anak di Indonesia,” ungkap Fukunaga.
Kolaborasi Pokemon dan wayang selanjutnya akan diperkenalkan melalui World Conference of Creative Economy(WCCE) pada 21–23 Oktober 2026. Untuk pertama kalinya, Pokemon akan menampilkan panggung Pokewayang dalam kegiatan tersebut.
Panggung Pokewayang tidak hanya menjadi salah satu showcase utama WCCE, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan pertemuan antara budaya tradisional Indonesia dan budaya populer dunia kepada masyarakat luas.
Kementerian Kebudayaan berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang baru untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda sekaligus memperluas promosi budaya Indonesia di tingkat global.










