TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Kanada melalui diplomasi budaya. Upaya tersebut dibahas dalam dialog strategis bersama Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, di Kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi di bidang kebudayaan sebagai sarana mempererat hubungan kedua negara sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di tingkat internasional.
Fadli Zon mengatakan Indonesia memiliki keragaman budaya yang dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama dengan Kanada. Menurutnya, diplomasi budaya menjadi instrumen yang efektif untuk membangun citra positif Indonesia di dunia.

"Kita punya ragam budaya yang dapat menjadi nilai tambah dalam kerja sama bilateral. Berdasarkan kekayaan budaya tersebut, kita juga bisa kuatkan kembali hubungan persahabatan antara Kanada-Indonesia, karena diplomasi budaya sangat efektif untuk membangun soft power,"kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Salah satu bentuk diplomasi budaya yang dinilai potensial adalah melalui industri perfilman. Fadli menilai sejumlah festival film internasional di Kanada dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk memperkenalkan karya sineas Indonesia kepada pasar global.
"Diplomasi budaya yang paling bagus salah satunya memang harus menggunakan film. Di Kanada sendiri ada Toronto Film Festival dan Montreal International Film Festival yang bisa dimanfaatkan untuk pasar film kita. Selain festival di Kanada, kami juga memfasilitasi sineas Indonesia untuk berkompetisi di festival film internasional lainnya juga,"imbuhnya.
Selain promosi budaya, Fadli juga mengusulkan pemberian anugerah kebudayaan kepada diaspora Indonesia maupun warga negara asing yang dinilai berjasa dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Penghargaan tersebut diusulkan mencakup berbagai kategori, mulai dari pelestarian budaya, penelitian sejarah, tradisi, hingga seni kontemporer.
Untuk mendukung program tersebut, Fadli berharap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa dapat berperan aktif mengusulkan individu maupun komunitas yang layak menerima penghargaan.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menyambut baik rencana penguatan kerja sama kebudayaan antara kedua negara. Menurutnya, masih banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan budaya.
"Kita bisa lakukan kolaborasi untuk mempromosikan Indonesia melalui kacamata kebudayaan, baik melalui festival maupun kegiatan resmi KBRI Ottawa," ungkap Muhsin.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah Retnoastuti serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya. Dialog ini menjadi langkah awal memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Kanada melalui berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan.










