TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan perluasan akses pendidikan hingga menjangkau desa-desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Hal itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri penandatanganan kerja sama dan peluncuran Program Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Muhaimin mengatakan, akses pendidikan harus diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah pedesaan, khususnya daerah 3T, karena menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong kemajuan desa.

"Pada pagi hari ini kita semua menyaksikan sebuah langkah penting MoU yang sangat kita harapkan menjadi bagian upaya kita memberikan akses pendidikan, terutama pedesaan dan saya harapkan diprioritaskan pedesaan-pedesaan yang jauh tertinggal, terutama 3T yang jadi prioritas. Karena dari sana kita bisa mengatasi sekaligus pemberdayaan, sekaligus kualitas hidup dan kemajuan desa kita," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya nyata pemerintah membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di pedesaan yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Lebih lanjut, Muhaimin menilai model pembelajaran jarak jauh berbasis digital yang dikembangkan Universitas Siber Asia dapat menjadi solusi pemerataan pendidikan. Dengan sistem tersebut, masyarakat di berbagai daerah tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halamannya.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi muda yang berkontribusi langsung menyelesaikan persoalan di desa masing-masing.
Selain itu, Muhaimin menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi yang kuat diperlukan agar berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Kemudian, Muhaimin juga mengingatkan seluruh pihak untuk memanfaatkan momentum bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 2035 melalui peningkatan kualitas SDM. Ia meminta jajaran Kemenko PM menjadikan kerja sama dengan Universitas Siber Asia sebagai bagian dari strategi memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi lulusan, dan memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Sebagai implementasi awal kerja sama tersebut, Kemenko PM bersama Universitas Siber Asia meluncurkan Program Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat. Program ini memberikan beasiswa penuh pada tahun pertama, sementara pembiayaan pada tahun berikutnya ditentukan berdasarkan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa.










