TVRINews, Jakarta
BINUS Startup Vaganza 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha melalui kompetisi ide bisnis, perencanaan usaha, dan pengembangan bisnis yang telah berjalan. Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 ini juga memberi kesempatan kepada peserta untuk menguji gagasan mereka di hadapan dewan juri dari kalangan praktisi, asosiasi, dan perusahaan modal ventura.
Direktur PT Surya Fajar Urun Dana (SFUND), Adi Putera Widjaja, menilai pembelajaran sebelum memulai usaha penting bagi anak muda agar lebih siap menghadapi tantangan bisnis. Menurut dia, kemampuan berwirausaha dapat dipelajari dan tidak semata-mata bergantung pada bakat atau latar belakang keluarga.
“Memberikan tempat latihan untuk para mahasiswa atau anak-anak muda sebelum mereka terjun ke masyarakat. Jadi menjadi pengusaha itu bukan karena bakat atau keturunan, tidak. Karena itu bisa dipelajarin. Seringkali orang kalau berbisnis belum apa-apa modalnya gede,” kata Adi Putera Widjaja, dalam keterangan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Adi juga menyoroti pentingnya menguji gagasan usaha sebelum mengeluarkan modal besar. Ia menilai, tanpa persiapan dan pengalaman, calon pengusaha berisiko mengalami kerugian ketika usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Gak ada latihan, semua bisnis ada potensi kegagalan dong. Ketika dia gagal, kapok dia. Jadi kalau misalnya saya mau jualan ayam goreng, rumah makan nih,” lanjutnya.
Ia menggambarkan risiko tersebut melalui contoh usaha rumah makan yang langsung dibangun dengan modal besar tanpa terlebih dahulu menguji minat konsumen.
“Tahap awalnya mulai dari mana? Rumah makan dulu. Kalau gak laku, ya sudah. Tapi seringkali karena mentang-mentang punya modal besar, langsung sewa ruko, hire karyawan, omsetnya cuma satu porsi ayam goreng, lama-lama ya. Dalam perjalanannya ketahuan. Eh, ternyata orang gak senang. Maunya bukan ayam goreng, tapi bebek,” katanya.
Pengalaman tersebut menggambarkan pentingnya proses pengujian ide dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar sebelum usaha dikembangkan lebih jauh. Bagi wirausaha muda, proses ini dapat menjadi kesempatan untuk mengenali kekurangan konsep bisnis sekaligus memperbaiki strategi tanpa mengambil risiko modal yang terlalu besar sejak awal.
BINUS Startup Vaganza 2026 menghadirkan tiga kategori kompetisi, yaitu Business Idea Competition, Business Plan Competition, dan Business Competition. Ketiga kategori tersebut mewadahi peserta dengan tahapan usaha yang berbeda, mulai dari pengembangan gagasan, penyusunan rencana bisnis, hingga pengembangan usaha yang telah berjalan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Demoday pada 23 Oktober 2026. Dalam kegiatan ini, para finalis menampilkan ide, prototipe, produk, dan bisnis yang mereka kembangkan. Acara kemudian dilanjutkan dengan Final Pitching pada 24 Oktober 2026, ketika peserta mempresentasikan gagasan atau perkembangan usaha serta menjawab pertanyaan dari dewan juri.
Sesi presentasi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menjelaskan potensi bisnis sekaligus mempertanggungjawabkan konsep dan strategi yang mereka susun. Penilaian dari kalangan praktisi, asosiasi, dan perusahaan modal ventura juga memberi sudut pandang yang berkaitan dengan kebutuhan dan tantangan dunia usaha.
Program yang diinisiasi BINUS Incubator dan BINUS Entrepreneurship Center ini mencakup pengembangan kewirausahaan mahasiswa dari tahap gagasan hingga bisnis yang telah beroperasi. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa dapat melatih kemampuan menyusun perencanaan, menyampaikan ide, serta menjawab pertanyaan kritis mengenai kelayakan usaha.
Dalam kompetisi tahun ini, sembilan peserta meraih penghargaan pada tiga kategori yang dipertandingkan. Pada kategori Business Idea Competition, Pro Feed meraih juara pertama, disusul Anima Grooming sebagai juara kedua dan Kebun Oles sebagai juara ketiga.
Pada kategori Business Plan Competition, AGROPLUS. ID menempati posisi juara pertama, Pikuboo meraih juara kedua, dan Midvi meraih juara ketiga. Sementara itu, pada kategori Business Competition, HEROPEELS meraih juara pertama, Dulaa menempati posisi juara kedua, dan VREALITY meraih juara ketiga.
Perbedaan kategori tersebut menunjukkan tahapan pengembangan usaha yang dapat dijajaki mahasiswa, mulai dari merumuskan gagasan hingga mengembangkan bisnis. Namun, kompetisi bukan satu-satunya ukuran kesiapan seorang wirausaha dalam menghadapi dunia usaha.
Kemampuan memahami pasar, mengelola modal, dan mengevaluasi kegagalan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun bisnis. Karena itu, wadah pembelajaran seperti BINUS Startup Vaganza 2026 dapat menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengenali tantangan kewirausahaan sebelum mengembangkan usaha secara lebih luas.










