TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto telah mendorong penataan program studi dan penguatan hilirisasi hasil penelitian untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perguruan tinggi. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Di mana, upaya ini diharapkan dapat menyederhanakan administrasi kampus sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan industri.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika perguruan tinggi dapat meninjau kembali struktur program studi yang memiliki bidang keilmuan berdekatan. Penyesuaian tersebut memungkinkan pengelolaan akademik menjadi lebih efisien tanpa harus selalu menambah program studi baru.
Ia juga menyebutkan, jika perguruan tinggi juga dapat mengembangkan konsentrasi atau peminatan untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.
Menurut Brian, efisiensi pengelolaan kampus perlu diiringi dengan upaya mengurangi beban administratif dosen. Dengan demikian, dosen dapat lebih fokus menjalankan tugas utama dalam pendidikan dan penelitian.
Selain itu, Brian menyoroti pentingnya mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Perguruan tinggi dinilai perlu memperkuat kolaborasi dengan industri, khususnya dalam mengembangkan hasil riset yang belum siap dipasarkan. Melalui kerja sama tersebut, hasil penelitian diharapkan memiliki nilai tambah dan mampu menjawab kebutuhan pasar.
“Bapak Presiden sangat menekankan, kita harus perbaiki industrialisasi. Kita bangun industri-industri yang ada, dan kalau sudah terbangun, diharapkan jumlah masyarakat yang mengirimkan anak-anaknya kuliah juga meningkat,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia menekankan, penguatan industri juga berkaitan dengan perluasan kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi. Berkembangnya sektor industri diharapkan dapat meningkatkan peluang ekonomi dan mendorong semakin banyak keluarga menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.
Melalui AERLA Angkatan I, Kemdiktisaintek mendorong dialog bersama pimpinan perguruan tinggi untuk mengidentifikasi tantangan pengelolaan kampus dan merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.
Penataan program studi, efisiensi administrasi, serta pengembangan hasil riset menjadi produk industri diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.










