TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menuturkan jika saat ini Indonesia dan Iran terus menjajaki penguatan kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi melalui pertukaran akademisi, mobilitas mahasiswa, serta kolaborasi riset di bidang strategis.
Di mana, kedua negara tersebut juga membahas pengembangan Science Techno Park (STP) dan hilirisasi hasil penelitian untuk memperluas pemanfaatan inovasi.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan dengan Deputy for Policy and Development, Vice Presidency for Science, Technology and the Knowledge-Based Economy Iran, Esfandiar Ekhtiyari Kasnavieh Yazd, serta Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Dalam pertemuan itu, ia menegaskan jika Indonesia terbuka terhadap kerja sama strategis dengan Iran, terutama untuk meningkatkan kapasitas akademisi dan memperkuat kolaborasi di bidang sains dan teknologi.
“Kami sangat senang jika bisa mengundang profesor-profesor di Iran untuk menjadi profesor tamu di kampus-kampus Indonesia sehingga kerja sama di bidang sains dan teknologi antara Iran dengan Indonesia dapat meningkat tajam,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika pertukaran profesor dan mahasiswa pascasarjana menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas. Melalui program tersebut, perguruan tinggi kedua negara diharapkan dapat memperluas pertukaran pengetahuan, meningkatkan kompetensi peneliti, serta membuka kesempatan kolaborasi akademik lintas negara.
Nantinya, lanjut dia kedua pihak juga menjajaki pengembangan STP sebagai wadah untuk menghubungkan kegiatan penelitian dengan penerapan teknologi dan kebutuhan industri.
Dikesempatan yang sama, Esfandiar Ekhtiyari menyampaikan bahwa Iran memiliki pengalaman dalam mengembangkan STP dan siap menjajaki transfer keahlian untuk mendukung pengembangan ekosistem serupa di Indonesia.
“Di Iran terdapat STP yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kesehatan. Kami menyatakan kesiapan untuk memberikan atau mentransfer keahlian di bidang ini untuk Indonesia,” jelas Ekhtiyari.
Selain pengembangan STP, kerja sama Indonesia-Iran berpotensi diarahkan pada hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan usaha rintisan bersama di bidang teknologi strategis, termasuk energi dan dirgantara.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong hasil penelitian perguruan tinggi agar tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi inovasi dan teknologi yang memiliki nilai guna lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, kedua negara akan melanjutkan pembahasan mengenai peluang kerja sama, termasuk penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kementerian yang membidangi pendidikan tinggi.










