TVRINews, Kudus
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang bertajuk Bola Gembira sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Sam'ani saat membuka kegiatan nobar bertajuk Bola Gembira yang diselenggarakan TVRI bersama Pemerintah Kabupaten Kudus di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 12 Juni 2026.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Sanny Damanik (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq)
Kegiatan nobar berlangsung selama tiga hari hingga Minggu, 14 Juni 2026, dengan menayangkan sejumlah pertandingan Piala Dunia 2026, di antaranya Kanada melawan Bosnia dan Herzegovina, Qatar menghadapi Swiss, serta Brasil kontra Maroko.
Dalam sambutannya, Sam'ani menyampaikan apresiasi kepada TVRI yang menghadirkan hiburan bagi masyarakat Kudus melalui siaran langsung Piala Dunia.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih kepada TVRI beserta jajarannya yang telah peduli dan memberikan hiburan kepada masyarakat Kabupaten Kudus melalui nonton bareng Piala Dunia 2026," ujar Sam'ani.
Ia juga mendorong camat dan pemerintah desa untuk menggelar kegiatan serupa di wilayah masing-masing agar masyarakat dapat menikmati pertandingan secara bersama-sama.
Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang memiliki daya tarik besar bagi masyarakat sehingga dapat menjadi sarana mempererat kebersamaan.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Sanny Damanik (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq)
Selain menayangkan pertandingan, kegiatan Nobar Bola Gembira juga menghadirkan berbagai hiburan seperti musik langsung (live music), permainan interaktif (giring bola), serta analisis pertandingan dari narasumber yang kompeten.
Sam'ani berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan suasana positif dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.
"Kita selalu menghargai setiap pendapat, tetapi tidak boleh anarkis. Kabupaten Kudus harus tetap menjadi daerah yang kondusif, toleran, dan harmonis," kata Sam'ani.
Menurut Sam'ani, penyelenggaraan nobar juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena melibatkan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Berbagai produk makanan, minuman, hingga layanan hiburan turut meramaikan kawasan Alun-alun Simpang 7 selama kegiatan berlangsung.
"Nanti kegiatan ini juga akan mengangkat sektor pariwisata dan UMKM kita di Kabupaten Kudus. Semoga pendapatan mereka meningkat sehingga daya beli masyarakat juga semakin kuat dan roda ekonomi terus berjalan," ucap Sam'ani.
Ia pun mengajak masyarakat menikmati rangkaian kegiatan yang telah disiapkan serta bersama-sama mendukung terciptanya suasana aman dan nyaman selama penyelenggaraan nobar berlangsung.
"Selamat menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026. Mari bersama-sama menikmati pertandingan dan menjaga Kudus tetap aman, damai, dan kondusif," tutur Sam'ani.










