TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial berupaya memperkuat kepercayaan publik melalui mekanisme digitalisasi data penerima bantuan sosial (bansos). Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menjajaki penggunaan teknologi pengenalan wajah dari GoTo.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, menerima audiensi dari jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial. Pertemuan tersebut membahas dukungan digitalisasi perlindungan sosial, mulai dari penguatan akurasi data penerima manfaat, verifikasi bantuan sosial, hingga peluang dukungan teknologi untuk program Sekolah Rakyat.
“Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya dikutip, Sabtu 13 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa penguatan perlindungan sosial saat ini perlu bertumpu pada tiga hal utama, yaitu data akurat, sasaran tepat, dan program Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, CEO GoTo Hans Patuwo memaparkan teknologi deteksi keaktifan wajah atau liveness detection. Teknologi ini berfungsi untuk memastikan bahwa orang yang melakukan verifikasi benar-benar berada di depan kamera secara langsung, bukan menggunakan foto, rekaman video, ataupun manipulasi digital lainnya.
Gus Ipul menilai kehadiran teknologi semacam ini sangat penting untuk memperkuat validasi penerima manfaat bantuan sosial. Menurutnya, inovasi ini dapat mendukung proses penyaluran bantuan sosial agar semakin akurat dan tepat sasaran.
“Kita dorong, kita setujui ini,” ujar Gus Ipul.
Pada tahap awal kerja sama ini, GoTo memberikan dukungan sebanyak 5 juta hits atau verifikasi untuk menyokong digitalisasi bantuan sosial. Dukungan tersebut dipersiapkan sebagai bagian dari uji coba layanan verifikasi bagi penerima manfaat.
“Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana,” kata Gus Ipul.
Uji coba layanan yang telah dikembangkan sejak tahun 2022 ini rencananya dilakukan di 42 kabupaten/kota. Berdasarkan paparan yang disampaikan, layanan tersebut telah digunakan terhadap 28.961 percobaan dengan tingkat keberhasilan mencapai sekitar 98,4 persen.
Selain membahas mengenai verifikasi data, pertemuan ini juga membuka peluang pemanfaatan ekosistem GoPay dalam proses penyaluran bantuan sosial. Hal ini dilakukan dengan bertumpu pada prinsip kecepatan, efisiensi, keamanan, serta langsung diterima oleh penerima manfaat.
Di samping isu bantuan sosial, Gus Ipul juga memperkenalkan program Sekolah Rakyat kepada pihak GoTo. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat sengaja disiapkan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin, anak putus sekolah, anak terlantar, serta anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
“Sekolah Rakyat ini bagus sekali, Pak. Ini untuk orang paling miskin,” ujar Gus Ipul.
Ia berharap GoTo ke depannya dapat memberikan dukungan teknologi untuk pengelolaan Sekolah Rakyat. Dukungan tersebut diharapkan dapat mencakup sistem manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, hingga pengelolaan transaksi keuangan.
“Yang jelas saya butuh sistem yang aman,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menekankan bahwa teknologi yang aman dan tepat sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam memastikan seluruh bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan tepat sasaran.










