TVRINews, Kudus
TVRI mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar pelaksanaan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang bertajuk Bola Gembira di ruang publik tetap mematuhi ketentuan perizinan dan hak siar yang berlaku.
Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Sanny Damanik saat kegiatan nobar Bola Gembira di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 12 Juni 2026.

Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Sanny Damanik (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq)
Menurut Sanny, setiap penyelenggaraan nobar di ruang publik harus memiliki lisensi resmi yang terhubung dengan pemegang hak siar dan FIFA.
Ia mengatakan TVRI siap membantu pemerintah daerah maupun masyarakat dalam proses pendaftaran titik-titik nobar yang akan digelar.
"Untuk mendapatkan nobar harus ada lisensi. Kami bisa membantu proses pendaftarannya untuk kegiatan yang diselenggarakan di ruang publik," kata Sanny.
Ia menjelaskan pengawasan terhadap penggunaan hak siar dilakukan secara ketat. Karena itu, penyelenggara diminta tidak menggunakan logo maupun atribut resmi FIFA tanpa izin.
Menurutnya, pelanggaran terhadap aturan hak siar berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum maupun denda bagi penyelenggara.
"Kami mengingatkan agar tidak menggunakan logo FIFA atau mengatasnamakan World Cup tanpa izin. Penyelenggaraan kegiatan harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku," ujar Sanny.
Sanny juga mengungkapkan pemerintah daerah berencana memfasilitasi penyelenggaraan nobar hingga ke tingkat kecamatan dan desa agar masyarakat dapat menyaksikan pertandingan secara bersama-sama.
Selain menjadi sarana hiburan masyarakat, kegiatan nobar di Kudus juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Sanny Damanik (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fatkhur Rozaq)
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan keramaian di kawasan Alun-alun Simpang 7 untuk menjajakan makanan, minuman, serta berbagai produk dan jasa lainnya.
Kegiatan nobar Bola Gembira berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2026 dengan menayangkan sejumlah pertandingan Piala Dunia 2026, di antaranya Kanada melawan Bosnia dan Herzegovina, Qatar menghadapi Swiss, serta Brasil melawan Maroko.
TVRI menilai momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong penyelenggaraan kegiatan yang tertib dan sesuai aturan hak siar yang berlaku.










