TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani mendorong penguatan proses penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tiongkok, khususnya untuk awak kapal dan pekerja migran terampil.
Hal itu disampaikan Christina dalam pertemuan daring dengan Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Pandapotan Hasundungan. Dalam pertemuan tersebut, Christina membahas sejumlah kendala administratif dalam proses penempatan PMI ke Tiongkok. Ia menilai diperlukan pemahaman dan alur yang jelas dalam proses verifikasi serta pengesahan dokumen penempatan.
"Ini penting untuk memastikan penempatan pekerja migran berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh pihak," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Kamis, 20 Agustus 2026.
Christina kemudian meminta jajarannya menyiapkan alur proses pengesahan dokumen sebagai panduan bagi KJRI Shanghai. Panduan tersebut diharapkan dapat memudahkan pelayanan kepada PMI maupun pihak terkait.

"Langkah ini bagian dari upaya pemerintah memastikan proses penempatan pekerja migran, khususnya awak berlangsung secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan negara tujuan," ucapnya.
Selain persoalan administrasi, Christina meminta KJRI Shanghai membantu memetakan kebijakan dan persyaratan yang berlaku bagi pekerja migran terampil di Tiongkok.
Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi peluang penempatan sekaligus memastikan pekerja migran Indonesia memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Tiongkok.
"Penguatan koordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri diperlukan agar setiap tantangan dalam proses penempatan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya, dengan tetap mengedepankan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia," tuturnya.
Di sisi lain, peluang penempatan pekerja migran terampil di Tiongkok akan disinergikan dengan program SMK Go Global. Program ini diharapkan dapat membuka akses bagi lulusan SMK Indonesia untuk memperoleh kesempatan kerja di pasar internasional, termasuk Tiongkok.










