TVRINews, Maumere
Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) turun langsung ke lokasi pengungsian korban gempa di Lapangan Gelora Samador Da Cunha, Maumere. Di mana, kehadiran polisi kali ini tak hanya untuk mengecek kondisi pengungsi, tetapi juga membantu anak-anak melewati masa sulit setelah bencana.
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WITA. Keduanya didampingi Wakapolda NTT, Karo SDM Polda NTT, Dirpolairud Polda NTT dan Kapolres Sikka.
Di tengah aktivitas pengungsian, perhatian rombongan tertuju pada anak-anak. Kapolda dan Ketua Bhayangkari ikut dalam kegiatan trauma healing dengan mengajak anak-anak bermain serta berinteraksi.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi kecemasan dan rasa takut yang mungkin muncul setelah anak-anak mengalami langsung situasi bencana. Sejumlah alat permainan juga diserahkan kepada mereka agar dapat digunakan selama berada di pengungsian.
“Anak-anak adalah kelompok yang sangat membutuhkan perhatian setelah mengalami bencana. Kita ingin mereka kembali ceria, merasa aman dan tidak terus berada dalam suasana ketakutan,” ujar Rudi pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Tak berhenti di sana, Kapolda bersama rombongan mengecek Posko Kesehatan Polda NTT–Polres Sikka. Pelayanan kesehatan menjadi salah satu hal yang diperhatikan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi.
Rombongan kemudian menyambangi tenda bayi dan balita. Kapolda dan Ketua Bhayangkari melihat kondisi anak-anak sekaligus memberikan bantuan susu formula.
Menurut Rudi, kebutuhan bayi dan balita perlu mendapat perhatian khusus selama berada di lokasi pengungsian.
“Perhatian kita juga harus diberikan kepada bayi dan balita karena mereka memiliki kebutuhan khusus. Bantuan susu formula ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di pengungsian,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah NTT bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sikka turut menyerahkan bantuan kasur lantai kepada pengungsi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membuat warga lebih nyaman selama masih tinggal di tenda.
Kapolda juga meninjau dapur lapangan untuk memastikan pelayanan konsumsi bagi para pengungsi berjalan dengan baik.
Rudi mengatakan penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Polri bersama Bhayangkari akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Polri bersama Bhayangkari dan seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita ingin memastikan warga yang terdampak tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tegasnya.
Kunjungan Kapolda NTT dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT berakhir sekitar pukul 12.10 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.










