TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 729 ton bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama periode 15 hingga 20 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bantuan tersebut dikirim melalui Pos Pendukung Logistik Nasional yang dibentuk BNPB di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Dari pos tersebut, bantuan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak melalui Bandara Komodo Labuan Bajo dan Bandara Maumere.
"Jumlah total distribusi bantuan dari hari pertama hingga tanggal 20, jadi tanggal 15 sampai 20 Agustus 2026, sebesar 729 ton. Sekali lagi, 729 ton baik itu bersumber DSP (Dana Siap Pakai) dari BNPB maupun dari donasi," ujar Berton dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pada Rabu, 19 Agustus 2026, bantuan yang dikirim mencapai 167 ton. Sementara pada Kamis, 20 Agustus 2026, BNPB kembali mengirimkan 102 ton bantuan, terdiri atas 42 ton bantuan donasi dan 60 ton yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP).
Distribusi bantuan tersebut akan terus dilakukan, baik berupa bantuan yang disediakan pemerintah maupun bantuan dari masyarakat dan berbagai pihak yang disalurkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional.
Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan pangan dan nonpangan. Bantuan pangan antara lain paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, dan mi instan. Sementara bantuan nonpangan meliputi tenda, matras, selimut, kasur, velbed, hygiene kit, hingga genset.
Berton menyebut bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari bantuan Presiden, BNPB, kementerian/lembaga, badan usaha milik negara (BUMN), hingga para donatur. BNPB bersama instansi terkait juga terus menyisir wilayah yang belum mendapatkan bantuan.
Laporan dari masyarakat dan petugas di lapangan diperlukan untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan bantuan agar dapat segera disalurkan melalui pos pendamping nasional maupun pos komando di masing-masing kabupaten.
"BNPB dengan pihak terkait terus menyisir daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan. Laporan dari warga maupun para responder sangat dibutuhkan," kata Berton.
Untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur, BNPB juga menggunakan helikopter untuk mendistribusikan bantuan. Salah satunya dilakukan di Desa Golo Woi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Selain distribusi logistik, operasi kemanusiaan juga mencakup evakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis. Sejumlah pasien dari Pulau Palue, Kabupaten Sikka, dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan darurat di Rumah Sakit dr. T.C. Hillers, Maumere.
BNPB memastikan distribusi bantuan dan operasi evakuasi terus dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan serta daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.










