TVRINews, IKN
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan serta lima investasi langsung swasta murni di Glamping IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu 14 Oktober 2026. Penandatanganan ini menjadi bukti percepatan pembangunan IKN melalui pendanaan non-APBN.
Penandatanganan tersebut mencakup proyek pembangunan 8 tower rumah susun ASN bernilai Rp2,629 triliun, serta lima proyek investasi swasta murni di bidang pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, hingga fasilitas penunjang kawasan senilai total Rp1,11 triliun.

(Foto: Humas Otorita IKN)
Rangkaian kerja sama tersebut melengkapi penandatanganan PKS KPBU sebelumnya pada 6 Oktober 2026 bersama PT Intiland Development Tbk untuk pembangunan 109 unit rumah tapak ASN senilai Rp2,819 triliun.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak melulu bergantung pada APBN, melainkan turut ditopang oleh skema KPBU, investasi swasta murni, dan hibah.
“Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Basuki.
Komitmen ini disambut positif oleh Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, yang siap mengawal kualitas pembangunan fasilitas di IKN.
“Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara,” ujar Firmansyah.

(Foto: Humas Otorita IKN)
Pengembangan hunian ASN di IKN dibagi dalam dua skema utama, yakni rumah susun dan rumah tapak:
* Rusun ASN WP 1A: Diprakarsai oleh PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management, proyek ini mencakup 8 tower (288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi) di lahan seluas 6,84 hektare dengan nilai investasi Rp2,629 triliun.
* Rumah Tapak ASN WP 1B: Dikembangkan PT Intiland Development Tbk melalui PT Seratus Sembilan Nusantara dengan investasi Rp2,819 triliun. Proyek mencakup 109 unit rumah tapak (masing-masing 390 meter persegi) di atas lahan 9,17 hektare (terbagi Persil 1 sebanyak 79 unit dan Persil 2 sebanyak 30 unit). Masa kerja sama berlangsung selama 10 tahun (2 tahun konstruksi, 8 tahun layanan) dan ditargetkan rampung pada Triwulan IV 2028.
Selain sektor perumahan, lima pelaku usaha swasta menanamkan modalnya untuk memperkuat ekosistem pendukung di IKN:
* PT Berdikari (Persero): Mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 mencakup parent stock layer farm dan hatchery di lahan 17,27 hektare bernilai investasi Rp177 miliar (kapasitas 140 ribu ekor ayam).
* PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park: Membangun Grand Vista Nusantara di KIPP 1B (area komersial, apartemen, dan perkantoran) di atas lahan 3,57 hektare dengan investasi Rp1 triliun.
* PT FYP Karya Perdana: Membangun Teras Padu (sarana olahraga dan komersial penunjang) di KIPP 1A di lahan 0,45 hektare bernilai Rp20 miliar.
* PT Laziz Nusantara Grup: Mengembangkan Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B di lahan 0,54 hektare bernilai Rp10 miliar.
* PT Java Teak Indo: Membangun showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A di lahan 0,2 hektare bernilai Rp1,5 miliar.

(Foto: Humas Otorita IKN)
Masuknya sektor UMKM seperti perajin mebel asal Jepara mendapat apresiasi khusus dari Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Menurutnya, keberadaan IKN memberi ruang inklusif bagi pelaku usaha daerah.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN. Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami. Bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah,” ujar Witiarso.
Di sisi lain, minat investor mancanegara juga disampaikan oleh Director of PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, Yang Jinghui.
“Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini,” ujar Yang Jing Hui.
Penandatanganan PKS ini diharapkan semakin mempercepat pembentukan ekosistem perkotaan IKN yang lengkap, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh penghuninya.










