TVRINews, Jakarta
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengembangkan dua akses baru menuju Stasiun Whoosh Karawang melalui kawasan Trans Heksa Karawang dan Deltamas. Kedua akses tersebut saat ini masih dalam tahap konstruksi untuk mempermudah mobilitas masyarakat dari kawasan industri, permukiman, dan pusat kegiatan ekonomi menuju stasiun.
Pengembangan akses ini diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan masyarakat menuju Stasiun Karawang sekaligus memperluas jangkauan layanan Whoosh dan meningkatkan jumlah penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pengembangan kedua akses tersebut merupakan upaya bersama KCIC, pemerintah, dan pengembang kawasan untuk meningkatkan kemudahan masyarakat dalam menggunakan layanan Whoosh.
“Kami bersama pemerintah dan pihak terkait terus mendorong peningkatan konektivitas agar perjalanan masyarakat menuju maupun meninggalkan Stasiun Karawang dapat semakin mudah dan lancar. Kehadiran akses baru ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak alternatif perjalanan bagi masyarakat, khususnya dari kawasan industri dan permukiman di sekitarnya,” kata Eva dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis KCIC, Rabu, 14 Oktober 2026.
Akses pertama dikembangkan melalui kawasan Trans Heksa Karawang dengan panjang sekitar 1,6 kilometer. Jalan baru ini disiapkan sebagai alternatif akses yang lebih lebar dan nyaman dibandingkan jalur yang tersedia saat ini, yang relatif sempit dan belum dapat dilalui kendaraan berukuran besar.
Keberadaan akses tersebut diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan menuju stasiun, sekaligus menunjang mobilitas pekerja dan pelaku usaha dari kawasan industri di sekitarnya.
Sementara itu, akses kedua menghubungkan kawasan Deltamas dengan Stasiun Karawang melalui Jembatan Cibeet sepanjang sekitar tiga kilometer. Jalur ini ditujukan untuk mempermudah akses masyarakat dari kawasan industri, bisnis, dan permukiman di Kabupaten Bekasi menuju stasiun.
Sebelumnya, masyarakat dari Deltamas dan wilayah sekitarnya perlu memutar melalui Exit Tol Karawang Barat untuk mencapai Stasiun Karawang karena belum tersedia akses jalan raya langsung. Dengan pembangunan jalur baru tersebut, masyarakat diharapkan memiliki alternatif perjalanan yang lebih singkat dan efisien.
Peningkatan konektivitas ini juga diharapkan dapat memudahkan masyarakat dari kawasan Deltamas dalam memanfaatkan layanan Whoosh, baik untuk keperluan pekerjaan, bisnis, maupun perjalanan lainnya.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Stasiun Karawang telah melayani sekitar 258 ribu penumpang untuk keberangkatan dan kedatangan, dengan rata-rata sekitar 1.000 penumpang per hari.
Pengguna layanan Whoosh dari Stasiun Karawang memiliki beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari pekerja dan pelaku usaha yang melakukan perjalanan bisnis hingga wisatawan yang bepergian ke Jakarta maupun Bandung.
Whoosh melayani perjalanan dengan frekuensi setiap satu jam. Waktu tempuh dari Stasiun Halim menuju Stasiun Karawang sekitar 15 menit, sehingga menjadi salah satu alternatif transportasi bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan cepat.
Eva menambahkan, pengembangan akses baru tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat menjangkau Stasiun Karawang, memperluas jangkauan layanan Whoosh, serta meningkatkan jumlah penumpang melalui optimalisasi waktu tempuh dan frekuensi perjalanan.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, kami berharap Stasiun Karawang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya dari kawasan industri dan permukiman yang terus berkembang. KCIC akan terus mendorong penguatan aksesibilitas stasiun agar dapat memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan jumlah penumpang Whoosh secara berkelanjutan,” tuturnya.










