TVRINews, Sidoarjo
Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi momentum untuk meningkatkan literasi sekaligus mengembangkan kreativitas murid melalui gelar karya kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Salah satu karya yang ditampilkan ialah ART-MATIKS, inovasi yang memadukan konsep matematika, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan pelestarian batik khas Sidoarjo.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi identitas dan simbol kedaulatan bangsa.
“Kalau berbicara mengenai bahasa, kita tidak hanya berbicara mengenai bahasa sebagai alat komunikasi, tapi bahasa sebagai identitas bangsa dan juga bahasa sebagai kedaulatan,” ujar Mendikdasmen Mu’ti dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Pesan tersebut sejalan dengan upaya SMAN 1 Taman dalam menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa Indonesia, sastra, dan literasi melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif dan kolaboratif.
Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pembelajaran mendalam yang bermakna, kolaboratif, serta berpusat pada murid.
Melalui proyek kokurikuler, murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan komunikasi. Mereka juga dilatih untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi, serta bekerja sama dalam menghasilkan karya.
“Melatih mereka untuk menelusuri masalah, berpikir kreatif, berpikir kritis, mandiri, berkolaborasi, mampu komunikasi, dan seterusnya,” ungkap Dewi.
ART-MATIKS, Inovasi Matematika dan Batik Sidoarjo
Salah satu karya yang ditampilkan dalam gelar karya tersebut adalah ART-MATIKS atau Aplikasi Redesain & Transformasi Matematika Batik Sidoarjo. Proyek yang dikembangkan oleh murid kelas XI itu mendapat bimbingan dari guru SMAN 1 Taman, Ika Yunita.
Melalui proyek tersebut, murid menerapkan konsep transformasi geometri dalam matematika untuk merancang motif batik. Konsep yang digunakan meliputi dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi. Rancangan motif kemudian dikembangkan dengan bantuan teknologi AI untuk menghasilkan desain yang lebih kreatif.

(Foto: Kemendikdasmen)
Murid kelas XI SMAN 1 Taman, Elfaretha Shifa, menjelaskan bahwa penerapan konsep matematika menjadi dasar dalam proses pembuatan motif batik pada proyek ART-MATIKS.
“Mulai dari dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi. Nah, kemudian dari rumus-rumus tersebut, kita membuat sebuah rancangan motif menggunakan prompt AI untuk mengaplikasikan dan mengembangkannya menjadi lebih bagus lagi hingga menghasilkan sebuah karya,” kata Shifa.
Motif batik hasil pengembangan tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai produk, seperti botol minum, pajangan, kipas, gantungan kunci, hingga desain kain dan busana.
Selain mengembangkan kreativitas, proyek ini juga menjadi sarana bagi murid untuk mengenal sekaligus melestarikan budaya daerah. Shifa menilai, sebagai bagian dari masyarakat Sidoarjo, murid memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan kearifan lokal.
“Sebelumnya kita sebagai warga Sidoarjo juga memiliki kewajiban untuk melestarikan kearifan lokal itu sendiri,” ucap Shifa.
Melalui ART-MATIKS, pembelajaran matematika tidak hanya terbatas pada pemahaman rumus, tetapi juga diterapkan untuk menghasilkan karya yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan budaya lokal.
Proyek tersebut memperlihatkan penerapan pembelajaran berbasis STEM dalam mengembangkan kemampuan inovasi murid sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya daerah.
Perpaduan peringatan Bulan Bahasa dengan gelar karya kokurikuler juga menjadi contoh bahwa penguatan literasi dapat berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berupaya membentuk murid yang bangga terhadap bahasa dan budayanya, mampu menyampaikan gagasan secara kreatif, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.










