TVRINews, Jakarta
BMKG menyelenggarakan Meteorological Instrument Metadata and WIGOS Tools Training di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, pada 12–16 Oktober 2026. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam mengelola metadata instrumen meteorologi, menerapkan World Meteorological Organization Integrated Global Observing System( WIGOS), serta meningkatkan kualitas dan interoperabilitas data pengamatan meteorologi.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa metadata memiliki peran penting dalam menjaga kualitas data pengamatan meteorologi. Metadata memuat informasi mengenai lokasi, waktu, metode, serta kondisi saat pengamatan dilakukan sehingga data dapat dipahami, ditafsirkan, dan dimanfaatkan secara tepat.
Menurut Guswanto, keakuratan data pengamatan tidak hanya bergantung pada kinerja instrumen, tetapi juga pada kelengkapan dan pengelolaan informasi yang menyertainya. Tanpa metadata yang dikelola dengan baik, data yang dihasilkan instrumen secara akurat sekalipun berisiko menimbulkan kesalahan penafsiran.
“Bagi BMKG, memajukan implementasi WIGOS dan meningkatkan pengelolaan metadata merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa data kita akurat, terstandardisasi, dapat ditelusuri, dan dapat dioperasikan bersama dalam skala global,” ujar Guswanto dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari implementasi WIGOS beserta sejumlah perangkat pendukung, antara lain OSCAR/Surface, WIGOS Data Quality Monitoring System (WDQMS), dan Incident Management System (IMS).
Ketiga perangkat tersebut mendukung berbagai proses pengelolaan data meteorologi, mulai dari pencatatan dan pemutakhiran metadata, pemantauan kualitas serta ketersediaan data, hingga identifikasi dan penanganan kendala operasional.
Pelatihan ini diikuti tiga peserta dari Directorate General of Meteorology (DGMET), Otoritas Penerbangan Sipil Kesultanan Oman, yakni Mr. Al-Azhar Ali Al-Azri, B.Sc., selaku Head of Central Calibration Section; Mr. Abdullah Khamis AL Issai, B.Sc., sebagai Meteorology Devices Engineer; serta Mr. Elyas Aflah Al-Maskari, MBA, sebagai Electronic Technician.
Program berlangsung selama lima hari, terdiri atas empat hari pembelajaran di kelas dan praktik teknis serta satu hari kunjungan lapangan. Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari secara langsung pengoperasian peralatan meteorologi dan proses kalibrasi instrumen.
Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG, Hartanto, yang mewakili Deputi Bidang Infrastruktur, menjelaskan bahwa materi pelatihan disusun untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan alur kerja WIGOS, pengelolaan metadata, serta penerapan WIGOS Station Identifier (WSI).
Peserta juga dibekali keterampilan menggunakan perangkat WIGOS untuk mendukung pemantauan operasional, sehingga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai kebutuhan institusi masing-masing.
Sementara itu, perwakilan DGMET Oman, Al-Azhar Ali Al-Azri, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan kesempatan bagi kedua institusi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang meteorologi.
“Kami juga berharap pelatihan ini akan menjadi awal dari kerja sama yang lebih kuat dan pertukaran yang berkelanjutan antara DGMET dan BMKG di masa depan,” ungkap Al-Azhar Ali Al-Azri.
Melalui kegiatan ini, BMKG berharap peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan pengelolaan metadata serta pemanfaatan perangkat WIGOS di institusi masing-masing.
Selain meningkatkan kapasitas teknis, pelatihan tersebut diharapkan menjadi sarana memperluas pertukaran pengetahuan dan mempererat jejaring profesional antara BMKG dan DGMET Oman. Kerja sama ini diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas data pengamatan meteorologi yang terstandardisasi dan dapat dimanfaatkan secara global.










