TVRINews, Kalisari
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyambut baik rencana kolaborasi dengan Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia (UKKM) untuk mengembangkan koperasi di Indonesia, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hal tersebut disampaikan Yandri saat bertemu perwakilan UKKM, Mohd Ali Bin Mansor, di Kantor Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PPDT), Kalisari.
Yandri mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah yang saat ini berfokus pada operasionalisasi KDMP di berbagai desa.
"Saat ini prosesnya baru sampai tahap operasionalisasi," ujar Mendes Yandri dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut Yandri, KDMP memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap berbagai barang bersubsidi, seperti elpiji, beras, minyak goreng, hingga pupuk.
Ia menjelaskan, KDMP juga berpeluang mengembangkan unit usaha lain seiring dengan pertumbuhan koperasi. Namun, fungsi utamanya tetap memastikan masyarakat dapat memperoleh barang-barang bersubsidi.
Dalam pertemuan tersebut, Yandri juga menyambut baik kerja sama UKKM dalam menerima mahasiswa asal Palestina melalui skema kerja sama antarpemerintah atau Government to Government (G2G). Ia berharap UKKM turut membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Terkait rencana kolaborasi dengan Kemendes PDT, Yandri menilai kerja sama lintas negara diperlukan untuk mendukung pembangunan desa di Indonesia.
"Silahkan bicarakan dengan Sekjen soal model kerjasamanya nanti," jelasnya.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi kerja sama yang telah dilakukan pada 4–5 Februari 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat.
Sebelumnya, UKKM berpartisipasi dalam kegiatan Koordinasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Go Digital dan Global melalui Penguatan Tata Kelola, Media Branding, serta Jejaring Koperasi Lintas Negara.
Dalam kegiatan tersebut, UKKM memaparkan praktik terbaik modern dalam pengelolaan koperasi, termasuk standardisasi tata kelola, manajemen mutu, serta peluang membangun jejaring koperasi lintas negara.
Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Mashyudi, Direktur Jenderal PPDT Samsul Widodo, Kepala BPI Mulyadin Malik, serta Staf Khusus Mendes PDT Yahdil Abdi Harahap.










