TVRINews, Gorontalo
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan menargetkan perluasan kawasan panen jagung secara masif hingga mencapai lebih dari 1.000 hektare pada Juli 2026 mendatang. Langkah ekspansi komoditas strategis yang dipusatkan di wilayah binaan Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo ini, memicu optimisme tinggi akan melimpahnya pasokan serta stabilitas stok pangan nasional ke depan.
Melalui proyeksi peningkatan luas lahan yang sangat signifikan tersebut, kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional dipastikan akan melesat tajam. Upaya akselerasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam mengejar kemandirian sektor agraris dan mewujudkan percepatan swasembada pangan di seluruh pelosok tanah air.
Sebagai fondasi awal dari target besar tersebut, pemerintah telah sukses menggelar Panen Raya Jagung di atas lahan seluas 30 hektare di Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Agenda panen raya yang dihadiri langsung oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan ini mencatatkan rata-rata produktivitas tinggi mencapai 5 hingga 7 ton per hektare, dengan total capaian menghasilkan sekitar 210 ton jagung berkualitas.
Kegiatan sukses ini merupakan buah dari hasil pembinaan intensif UD Damai Sejahtera bersama Kelompok Tani Sipatana Hijau yang diketuai oleh Rahmad Danupoyo di wilayah binaan Satrun Datau. Keberhasilan ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa tata kelola budidaya jagung di Gorontalo berada dalam tren yang sangat positif.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa peningkatan produksi jagung merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas utama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Harga jagung sesuai dengan acuan Rp.5.500 tapi disini 6000 (bagus sekali), dan produksi jagungnya besar2. disini saya lihat 1 hektar bisa diatas 6 ton dan saya cek benar diatas 6ton. Kemarin saya sempat lihat dilampung perhektar bisa 5 ton jadi lebih sedikit. Yg kedua pupuk lancar dan harganya juga diskon sampai 20%.” ujar Zulkifli Hasan dikutip, Kamis 25 Juni 2026.
Menurut Menko Pangan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani agar kontribusi sentra-sentra produksi jagung terhadap kebutuhan nasional semakin besar dari tahun ke tahun.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi yang erat antara petani, kelompok tani, pelaku usaha, serta pemerintah daerah setempat. Sinergi lintas sektor ini dinilai sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dari hulu ke hilir sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas jagung guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan.










