TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong pemanfaatan teknologi pengenalan wajah untuk memperkuat akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) sehingga penyaluran bantuan pemerintah semakin tepat sasaran.
Dalam pertemuan dengan jajaran GoTo, membahas dukungan digitalisasi perlindungan sosial, mulai dari penguatan data penerima manfaat, verifikasi bansos, hingga peluang pemanfaatan teknologi untuk program Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, keberhasilan perlindungan sosial sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
"Kalau datanya tidak akurat, maka sasarannya juga tidak tepat," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos, Minggu, 14 Juni 2026.
Ia menegaskan, penguatan perlindungan sosial harus bertumpu pada tiga aspek utama, yakni data yang akurat, penyaluran yang tepat sasaran, dan pengembangan Sekolah Rakyat.
Dalam audiensi tersebut, CEO GoTo, Hans Patuwo, memaparkan teknologi liveness detection atau deteksi keaktifan wajah. Teknologi ini memungkinkan sistem memastikan bahwa proses verifikasi dilakukan oleh orang yang benar-benar hadir di depan kamera, bukan menggunakan foto, rekaman video, maupun manipulasi digital lainnya.
Gus Ipul menilai teknologi tersebut dapat menjadi solusi untuk memperkuat validasi penerima manfaat bantuan sosial sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyaluran bansos.
"Kita dorong, kita setujui ini," ucap Gus Ipul.
Sebagai tahap awal, GoTo memberikan dukungan sebanyak 5 juta *hits* atau layanan verifikasi yang akan digunakan untuk mendukung digitalisasi bantuan sosial. Dukungan tersebut menjadi bagian dari uji coba layanan verifikasi penerima manfaat yang telah dikembangkan sejak 2022.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan pentingnya perencanaan jangka panjang terkait keberlanjutan penggunaan teknologi tersebut.
"Terima kasih dikasih bantuan 5 juta ini. Tapi kita juga harus cek cost dan biayanya. Mulai sekarang dibuat perencanaan. Nanti 5 juta ini habis, kita kemana," ungkap Gus Ipul.
Berdasarkan paparan yang disampaikan, layanan verifikasi tersebut telah diuji coba di 42 kabupaten/kota. Dari total 28.961 percobaan verifikasi yang dilakukan, tingkat keberhasilannya mencapai sekitar 98,4 persen.
Selain verifikasi data penerima bansos, Kemensos dan GoTo juga membahas peluang pemanfaatan ekosistem GoPay untuk mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih cepat, efisien, aman, dan langsung diterima oleh penerima manfaat.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul turut memperkenalkan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, anak putus sekolah, serta anak-anak yang kehilangan akses pendidikan.
Ia berharap dukungan teknologi dari GoTo juga dapat diperluas untuk membantu pengelolaan Sekolah Rakyat, termasuk melalui sistem manajemen sekolah, pemantauan aktivitas siswa, dan pengelolaan transaksi.
"Yang jelas saya butuh sistem yang aman," tegas Gus Ipul.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang tepat dan aman akan membantu pemerintah memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus memperkuat efektivitas program perlindungan sosial nasional.










