TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Transmigrasi (Kementrans) untuk bangga terhadap tugas dan fungsi yang dijalankan karena berkontribusi besar dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
"Banyak pegawai sudah puluhan tahun di Kementrans dan ikut membangun kawasan transmigrasi," kata Viva Yoga dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 14 Juni 2026.
Viva Yoga menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan kreasi dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Ia juga mengingatkan agar pengelolaan anggaran negara dilakukan secara amanah, hati-hati, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, ASN tidak perlu ragu dalam menjalankan program selama sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya jelas.
"Kita melaksanakan program-program sesuai dengan apa yang telah ditentukan," ujarnya.
Kemudian Viva Yoga menjelaskan, program-program Kementrans merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.
"Salah satunya adalah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," terangnya.
Ia juga menyoroti sejarah panjang program transmigrasi yang telah berjalan sejak era Presiden Soekarno. Menurutnya, pada masa tertentu Kementrans pernah menjadi salah satu kementerian dengan alokasi anggaran terbesar sehingga mampu membangun berbagai infrastruktur secara mandiri di kawasan transmigrasi.
"Membikin jalan, membangun peternakan sapi, mendirikan rumah untuk transmigran, menyediakan saluran irigasi, semuanya dibiayai sendiri," tuturnya.
Lebih lanjut, Viva Yoga mengungkapkan bahwa sejak 1950 program transmigrasi telah memindahkan sekitar 2,2 juta kepala keluarga atau 9,1 juta jiwa ke berbagai wilayah di Indonesia. Ia menyebut capaian tersebut sebagai prestasi besar yang sulit ditemukan di negara lain.
Menurutnya, keberadaan kawasan transmigrasi juga terbukti mampu mempercepat pembangunan daerah. Hal itu, kata dia, sering disampaikan langsung oleh kepala daerah saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah.
"Mereka mengatakan kabupatennya pembangunannya lebih cepat karena adanya kawasan transmigrasi," ucapnya.
Meski demikian, Viva Yoga mengingatkan bahwa menjadi transmigran bukanlah hal mudah. Dibutuhkan kerja keras dan ketekunan untuk mengubah lahan kosong menjadi kawasan pertanian, perkebunan, dan pusat pertumbuhan ekonomi yang produktif.
Karena kontribusinya tersebut, para transmigran dinilai layak disebut sebagai pahlawan pembangunan.
"Para transmigran yang berhasil mengubah lahan kosong menjadi pusat pertanian, perkebunan, dan pertumbuhan ekonomi membuat mereka disebut pahlawan pembangunan," imbuhnya.










