TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menegaskan transformasi sentra-sentra di bawah Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari perubahan paradigma bantuan sosial dari sekadar memberi bantuan menjadi menciptakan kemandirian penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Agus Jabo saat memanen hasil budidaya melon di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo dan Kepala STPL Budi Satriyo.
"Ini sebagai pelaksanaan perintah Bapak Menteri Sosial bahwa sentra-sentra harus dimakmurkan," kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, transformasi tersebut merupakan tindak lanjut dari paradigma Kemensos, yakni "bansos sementara, berdaya selamanya". Karena itu, sentra-sentra Kemensos didorong menjadi pusat kegiatan produktif yang mampu memberdayakan penerima manfaat dan masyarakat sekitar.
Selama ini, sentra Kemensos berfokus memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang menghadapi berbagai permasalahan sosial. Ke depan, fungsi tersebut akan diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan sesuai potensi masing-masing daerah.
"Selain melaksanakan program Atensi bagi kelompok rentan, kita melakukan pemberdayaan," ujarnya.
Di STPL Bekasi, program pemberdayaan dikembangkan melalui sektor pertanian dan perkebunan. Berbagai komoditas dibudidayakan di kawasan sentra, mulai dari 400 pohon melon di greenhouse, alpukat, kelengkeng, anggur, mangga, pisang, terong, hingga tanaman jambu dan jeruk.
Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan konsep serupa akan diterapkan di sentra-sentra Kemensos lainnya di seluruh Indonesia dengan menyesuaikan potensi wilayah masing-masing.
"Kalau potensinya pertanian ya kita tanam buah, kalau peternakan kita ternak ayam, misalkan kalau ikan ya perikanan," jelasnya.
Ia menambahkan, program pemberdayaan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima manfaat yang berada di sentra, tetapi juga diharapkan mampu menjangkau masyarakat sekitar.
"Pertama kita memberikan manfaat kepada para penerima manfaat yang selama ini diurus oleh sentra. Kedepannya kita berharap meluas ke masyarakat yang ada di sekitar sentra," ucapnya.
Melalui program tersebut, penerima manfaat akan dibekali keterampilan vokasi sehingga memiliki bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan proses rehabilitasi sosial.
"Supaya setelah mereka selesai rehabilitasi dan berada di tengah masyarakat, kita sudah memberikan bekal. Terutama bekal ilmu vokasi supaya mereka bisa mandiri," tuturnya.
Selain sektor pertanian, Kemensos juga mendorong pengembangan berbagai pelatihan keterampilan lain, seperti membatik. Bahkan masyarakat sekitar sentra diharapkan dapat mengikuti program pelatihan melalui skema training of trainers (TOT) agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Kemudian, Agus Jabo menilai program memakmurkan sentra akan menjadikan sentra Kemensos sebagai pusat kegiatan produktif yang memberi manfaat sosial dan ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
"Jadi dampaknya nanti luas dan di sentra akan padat kegiatan dan dampaknya untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan. Saya harapkan sentra-sentra yang lain mengikuti program yang sudah dilaksanakan di STPL ataupun di tempat-tempat yang sudah memulai," pungkasnya.










