TVRINews, Jakarta
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengajak mahasiswa Indonesia untuk tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus kuliah, tetapi juga menjadi pelaku usaha dan eksportir muda. Melalui Program Campuspreneur 2026, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya mencetak generasi wirausaha baru yang mampu menembus pasar global.
"Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur bersinergi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan, pendampingan, hingga business matching agar produk potensial dari kampus dapat mengisi pasar dalam negeri maupun menembus ekspor," kata Budi Santoso dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemendag, Minggu, 14 Juni 2026.
Mendag menjelaskan, peserta Campuspreneur terpilih juga akan memperoleh kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Selain itu, Kemendag menyiapkan ruang promosi khusus serta fasilitasi pitching dan business matching dengan calon pembeli mancanegara.
Menurut Budi Santoso, peluang ekspor Indonesia masih sangat terbuka meski dihadapkan pada berbagai tantangan global. Hal itu tercermin dari capaian Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang mencatat transaksi ekspor sebesar USD134,87 juta sepanjang 2025. Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, nilai transaksi telah mencapai USD193,88 juta.
"Sebagian pelaku usaha yang telah difasilitasi merupakan eksportir baru. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha pemula, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar memasuki pasar global," ucapnya.
Untuk memperluas akses pasar, Kemendag saat ini didukung oleh 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Pemerintah juga terus mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang agar produk Indonesia semakin mudah masuk ke pasar internasional.
Selain pasar ekspor, Kemendag juga memperkuat pemasaran produk UMKM di dalam negeri melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), serta platform digital e-commerce.










