TVRINews, Nusantara
Tantangan dan permasalahan stunting masih menjadi perhatian di wilayah Ibu Kota Nusantara, Otorita IKN mencatat prevalensi stunting masih berada di kisaran 18 persen. Oleh karenanya, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan lintas sektoral.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito mengatakan, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan ibu kota baru.
"Yang terlihat saat ini memang pembangunan fisik. Namun, IKN juga sedang membangun aspek nonfisik, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang akan menjadi generasi penerus pembangunan," kata Suwito di Puskesmas Maridan kutip Minggu, 14 Juni 2026
Menurut Suwito, penanganan stunting di IKN dilakukan melalui pendekatan dari hulu hingga hilir. Program yang dijalankan mencakup edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pemberian tablet tambah darah kepada calon pengantin dan wanita usia subur (WUS), pendampingan keluarga, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu dan tenaga kesehatan.
Dalam kegiatan peningkatan kapasitas tersebut, para kader memperoleh pembekalan dari BKKBN mengenai pengelolaan keluarga sehat serta dari dokter spesialis yang tergabung dalam POGI mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan sehat.
Strategi tersebut berangkat dari pemahaman bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi oleh pemenuhan gizi, tetapi juga kesehatan reproduksi, pola pengasuhan, serta kondisi lingkungan keluarga. Karena itu, intervensi dilakukan sejak sebelum kehamilan terjadi agar risiko stunting dapat dicegah sedini mungkin.
Di wilayah IKN, pendekatan tersebut menjadi penting karena kawasan ini diproyeksikan sebagai tempat tumbuhnya generasi yang akan mengisi berbagai profesi dan kebutuhan pembangunan hingga puluhan tahun mendatang. Kualitas sumber daya manusia yang lahir hari ini akan menentukan daya saing IKN pada masa depan.
Suwito menambahkan, target yang ingin dicapai bukan hanya menurunkan angka stunting yang ada saat ini, tetapi juga mencegah munculnya kasus-kasus baru.
"Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara," lanjut Suwito.
Kepala Puskesmas Maridan Basiran menilai keterlibatan Otorita IKN membantu memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Menurut dia, penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi investasi penting karena para kader merupakan pihak yang berinteraksi langsung dengan keluarga di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Seminawati, kader Posyandu Maridan, mengaku pelatihan tersebut memberikan tambahan wawasan yang dapat diterapkan saat mendampingi masyarakat.
"Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya angka stunting di IKN semakin menurun," tutur Seminawati.










