TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang mengusung tema inklusivitas dan keberlanjutan dalam mendorong ekonomi kreatif dunia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa WCCE 2026 mengangkat tema "Inclusively Creative: Collective Continuity".
Tema ini menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus bersifat inklusif, melampaui batas geografis, gender, dan strata ekonomi, sekaligus berkelanjutan melalui kolaborasi global. Hal itu disampaikan Riefky dalam kegiatan peluncuran The Fifth World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Nine Space, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.
"WCCE menegaskan bahwa ekonomi kreatif bersifat inklusif. Sementara collective continuity menekankan pentingnya keberlanjutan melalui kerja sama para pemangku kepentingan global untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dunia," ujar Riefky di Nine Space, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, WCCE merupakan inisiatif Indonesia yang pertama kali digelar pada 2018 dan kini berkembang menjadi konferensi ekonomi kreatif terbesar di dunia. Kegiatan ini didukung berbagai organisasi internasional, termasuk UNCTAD dan World Intellectual Property Organization (WIPO), serta negara-negara mitra.
Lebih lanjut, Riefky menjelaskan bahwa WCCE tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga platform strategis dalam merumuskan kebijakan ekonomi kreatif di tingkat global. Output dari konferensi ini diharapkan dapat diadopsi menjadi kebijakan internasional hingga ke level Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Indonesia sendiri telah berhasil mendorong lahirnya dua resolusi PBB terkait ekonomi kreatif pada 2019 dan 2023 melalui forum WCCE sebelumnya. Pada WCCE 2026, pemerintah menargetkan lahirnya dokumen "Jakarta Vision for Creative Economy" yang akan diusulkan sebagai resolusi ketiga di Sidang Majelis Umum PBB pada 2027.
"Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi bagian dari upaya agar kebijakan ekonomi kreatif global mendapat dukungan PBB," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, WCCE 2026 juga akan menghadirkan Creative Village sebagai ruang kolaborasi lintas sektor bagi pelaku industri kreatif. Agenda ini akan didukung oleh sejumlah kegiatan seperti Screenverse yang menampilkan ekosistem film, gim, hingga konten digital, serta Cult Creo yang berfokus pada penguatan dan monetisasi kekayaan intelektual di bidang fashion, musik, dan budaya populer.
Selain itu, rangkaian kegiatan WCCE akan terhubung dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) setiap 24 Oktober, serta program "Oktober Kreasi" yang melibatkan berbagai daerah dan subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.
Melalui WCCE 2026, pemerintah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, pembuat kebijakan, investor, hingga komunitas global untuk berkolaborasi dalam membangun masa depan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.










