TVRINews, Jawa Barat
Pemerintah terus melakukan pembenahan dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), salah satunya melalui perubahan skema distribusi dana yang kini langsung ditransfer ke rekening siswa. Kebijakan ini dinilai mampu meminimalisasi potensi kebocoran serta memastikan bantuan diterima secara utuh oleh penerima manfaat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perbaikan sistem agar PIP tepat sasaran dan sesuai tujuan utama, yakni memutus rantai kemiskinan serta mencegah anak putus sekolah.
“Perbaikan terus dilakukan karena dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi sistem maupun adanya pelanggaran,” ujar Atip dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 6 Mei 2026.
Penguatan transparansi juga didukung oleh Kejaksaan melalui peluncuran platform “Jaga Indonesia Pintar”. Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani menjelaskan, sistem ini memungkinkan penerima manfaat melaporkan langsung apabila terdapat ketidaksesuaian dalam penerimaan dana.
“Penerima bisa melaporkan apakah dana diterima penuh, sebagian, atau tidak sama sekali. Ini penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan,”ungkap Reda.
Menurutnya, jika laporan yang masuk mengandung unsur pidana, maka akan ditindaklanjuti oleh Kejaksaan. Sementara itu, laporan yang bersifat administratif akan diteruskan ke Kementerian Pendidikan untuk perbaikan tata kelola.
Di tingkat daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai perubahan skema ini sangat membantu meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan pendidikan.
“Dulu bantuan masuk ke sekolah, sekarang langsung ke rekening siswa. Ini membuat penyaluran lebih transparan dan tepat sasaran,”kata Dedi.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.
Dengan skema baru ini serta integrasi pengawasan melalui platform digital, pemerintah berharap Program Indonesia Pintar dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan mampu menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan.










