TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong jenama lokal untuk memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional dan global. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kemitraan usaha, peningkatan daya saing produk, serta pembukaan peluang kerja bagi masyarakat.
Riefky menegaskan, ekonomi kreatif bukan lagi sekadar sektor penunjang, melainkan telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang bertumpu pada potensi daerah.
Hal tersebut disampaikan Riefky dalam penyelenggaraan IDE.IND Banten 2026 yang berlangsung pada 6–8 November 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Creative by Indonesia ini menghadirkan ruang promosi, pengembangan kapasitas, dan peluang kemitraan bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.
"Kita ingin bagaimana local heroes bisa naik ke tingkat nasional, kemudian national champion yang telah dikurasi dapat menembus pasar global. Intinya, yang kita kembangkan adalah kemitraan usaha, perluasan akses pasar, dan peluang kerja baru bagi masyarakat," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Minggu, 8 November 2026.
Melalui program Creative by Indonesia, Kementerian Ekraf berupaya mendorong kekayaan intelektual dan produk lokal agar memiliki daya saing lebih luas. IDE.IND Banten 2026 menjadi salah satu langkah konkret untuk mempertemukan jenama lokal dengan calon konsumen dan mitra usaha.
Kegiatan ini melibatkan empat kedeputian Kementerian Ekraf melalui total 14 booth program dan jenama. Selain pameran produk, kegiatan juga menghadirkan lokakarya, promosi, serta publikasi jenama dari berbagai subsektor ekonomi kreatif di Provinsi Banten.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menjelaskan IDE.IND Banten 2026 turut menghadirkan peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai kegiatan interaktif.
"Kami berharap IDE.IND Banten 2026 tidak hanya memperluas jangkauan pasar jenama lokal ke tingkat nasional, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung produk ekonomi kreatif Indonesia," ungkap Yuke.
Sejumlah jenama dan komunitas dari subsektor kriya, kuliner, fesyen, desain, gim, animasi, dan seni visual turut meramaikan kegiatan tersebut. Di antaranya Retota, Apikmen Living, Dapur Bunda by Unie, Joomba, ProsperoFood, Oh My Craft!, Cylvies, dan Kaukau the Duckling.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media diperlukan untuk memperluas jejaring serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Sementara itu, Director of Mall AEON Indonesia Keiichiro Kakuhari menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan memiliki peran strategis dalam mempertemukan produk lokal dengan masyarakat. AEON Mall Indonesia yang mengoperasikan lima pusat perbelanjaan dengan total lebih dari 45 juta pengunjung setiap tahun dinilai memiliki potensi dalam memperluas eksposur jenama lokal.
Melalui IDE.IND Banten 2026, Kementerian Ekraf berharap semakin banyak jenama lokal yang berkembang menjadi pelaku usaha berdaya saing tinggi. Penguatan akses pasar dan kemitraan diharapkan dapat mendorong keberlanjutan usaha kreatif daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.










