TVRINews, Jakarta
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, menerima Special Award Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 sebagai Tokoh Penggerak Transformasi Guru Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Jakarta.
Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi IGI terhadap upaya Nunuk dalam mendorong pembenahan tata kelola guru, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan, kepastian karier, dan kompetensi pendidik.
Sejumlah kebijakan yang menjadi perhatian antara lain optimalisasi seleksi dan pengangkatan guru menjadi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK), transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan perlindungan hukum bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah, mengatakan penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan Nunuk yang dinilai mampu menghadirkan kebijakan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi guru di berbagai daerah.
Menurut Danang, kepemimpinan di bidang pendidikan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga perlu disertai kehadiran langsung, kesediaan mendengarkan aspirasi guru, serta langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
IGI juga menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi guru menjadi bagian penting dalam memperjuangkan masa depan pendidik sekaligus meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Menanggapi penghargaan tersebut, Nunuk menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan IGI. Ia menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam transformasi tata kelola guru.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi. Apa yang kami lakukan adalah tanggung jawab tugas, yaitu membuat terobosan agar guru sejahtera, sehingga setelah itu guru dapat meningkatkan kompetensinya,” kata Nunuk dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 November 2026.
Nunuk menjelaskan, sejak 2020 Direktorat Jenderal GTK telah menjalankan berbagai pembenahan untuk mengatasi persoalan pemenuhan kebutuhan guru, kesejahteraan, dan peningkatan kompetensi pendidik.
Dua kebijakan utama yang menjadi prioritas adalah percepatan pelaksanaan PPG agar semakin banyak guru memperoleh sertifikat pendidik serta pemberian kepastian masa kerja melalui pengangkatan guru menjadi ASN PPPK. Pemerintah juga memperkuat perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Upaya tersebut menunjukkan hasil melalui peningkatan jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Pada periode 2020–2025, persentase guru tersertifikasi mencapai sekitar 92 persen atau lebih dari 2,7 juta orang. Selain itu, sekitar 1,1 juta guru non-ASN telah diangkat menjadi guru ASN PPPK.
Nunuk menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang membutuhkan proses panjang, keberanian mengambil kebijakan, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Ia juga mengingatkan bahwa upaya menghadirkan perubahan tidak harus menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna.
“Semangat kita adalah tidak perlu menunggu sampai sempurna untuk bisa berhasil. Karena kalau kita menunggu sampai sempurna, waktunya tidak akan selesai,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nunuk turut mengapresiasi peran IGI sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru. Melalui semangat sharing and growing together atau berbagi dan tumbuh bersama, organisasi tersebut mendorong para pendidik untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berbagi praktik baik.
“Kemendikdasmen tidak bisa menyelesaikan semua sendiri. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama IGI,” ucapnya.
Ia menegaskan, penghargaan yang diterimanya menjadi motivasi untuk melanjutkan pembenahan tata kelola guru. Menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang membutuhkan perhatian, mulai dari kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah hingga pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
Karena itu, kemitraan pemerintah dengan organisasi profesi guru perlu terus diperkuat melalui dialog terbuka dan pertukaran masukan untuk menyempurnakan kebijakan pendidikan.
“Penghargaan ini saya terima sebagai penyemangat untuk terus bekerja, memperkuat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat memberikan manfaat,” pungkasnya.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 yang mengusung tema Nakhoda Transformasi: Memahat Masa Depan Pendidikan, Mengangkat Harkat Guru Indonesia.
API merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan IGI untuk memberikan apresiasi kepada pendidik dan insan pendidikan di seluruh Indonesia.
Melalui penghargaan tersebut, Kemendikdasmen diharapkan terus melanjutkan pembenahan kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan, kepastian karier, dan kompetensi guru di berbagai daerah.










