TVRINews, Jakarta
Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University memasang Automatic Weather Station (AWS) di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Pemasangan stasiun cuaca otomatis ini dilakukan untuk membantu petani menghadapi ketidakpastian cuaca dan tantangan iklim yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.
Melalui AWS, petani dapat mengakses informasi cuaca secara real-time melalui sistem digital. Teknologi tersebut juga menyediakan prediksi kondisi iklim hingga 15 hari ke depan sehingga dapat menjadi dasar bagi petani dalam menentukan langkah pengelolaan lahan.
Data cuaca yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk menyusun kalender tanam, mengatur pemompaan air, serta mengantisipasi potensi kekeringan dan serangan hama secara lebih tepat.
Teknologi AWS yang dipasang TEP IPB University memiliki jangkauan hingga 40 kilometer sehingga informasi cuaca dapat dimanfaatkan oleh petani di Kampung Harapan Makmur dan wilayah sekitarnya.

Kepala Kampung Harapan Makmur, Sutamto, menyambut positif pemasangan teknologi tersebut. Menurutnya, mayoritas masyarakat di wilayahnya menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian sehingga dukungan teknologi informasi cuaca dinilai penting bagi petani.
"Karena dengan pemasangan itu, kita dimudahkan. Petani sangat dibantu, karena masyarakat Kampung Harapan Makmur mayoritas penghidupannya adalah dari pertanian," ujar Sutamto dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 22 September 2026.
Selain pemasangan AWS, TEP IPB University juga melakukan pendampingan kepada petani untuk menerapkan konsep pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture).
Ketua Tim TEP IPB University, Ahmad Junaidi, mengatakan pendekatan tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kegiatan pertanian terhadap karakter agroklimat di wilayah setempat, termasuk memperhitungkan kecukupan air dan kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap pertanian.
"Kita akan menjadikan petaninya, petani yang bertani dengan cerdas iklim. Nah, cerdas iklim ini kan, jadi bagaimana bertani menyesuaikan dengan karakter agroklimat yang ada di sana," kata Ahmad.
Pemasangan AWS tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, agar Ekspedisi Patriot tidak berhenti pada pemetaan persoalan, tetapi menghadirkan solusi yang dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Jangan sampai teman-teman Ekspedisi Patriot sudah turun ke lapangan, sudah mendengarkan masyarakat, kemudian berhenti di masalah. Kita harus menghadirkan solusi yang terbaik, relevan, feasible, dan masuk akal," ucap AHY pada 17 September 2026.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menekankan pentingnya kontribusi nyata peserta Ekspedisi Patriot bagi masyarakat di wilayah penugasan.
"Jangan hanya meninggalkan laporan. Tinggalkan karya. Tinggalkan solusi. Dan yang paling penting, tinggalkan manfaat yang terus dirasakan masyarakat," tutur Iftitah pada 21 Juli 2026.
Dengan pemasangan AWS dan pendampingan pertanian cerdas iklim, TEP IPB University mendorong pemanfaatan teknologi untuk membantu petani di kawasan transmigrasi Merauke beradaptasi terhadap perubahan kondisi cuaca sekaligus mengoptimalkan pengelolaan pertanian.










