TVRINews, Jembrana
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan koordinasi di daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam kunjungan kerja di Bali pada 13–14 Juli 2026.
Setelah membuka Training for Facilitators on UNESCO-IOC Tsunami Ready Indicators di Nusa Dua, Faisal melanjutkan kunjungan ke Stasiun Klimatologi Bali di Kabupaten Jembrana. Dalam agenda tersebut, ia meninjau taman alat klimatologi, ruang analisis iklim, hingga ruang operasional yang menjadi pusat pengelolaan data dan layanan informasi iklim di Provinsi Bali. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama para pegawai.
Pada kesempatan itu, Faisal mengapresiasi dedikasi dan berbagai inovasi yang terus dikembangkan jajaran BMKG di daerah dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi dan dedikasi rekan-rekan semua. Masing-masing kedeputian punya karakter dan dinamika kerja yang berbeda, yang sering kali mengharuskan petugas bekerja tanpa mengenal waktu. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah bekerja melampaui jam kerja demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Faisal dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menegaskan seluruh pegawai BMKG, baik di kantor pusat maupun unit pelaksana teknis di daerah, memiliki peran yang sama penting dalam mendukung kinerja organisasi.
“Satu hal yang penting, semua insan BMKG itu penting. Tugas kami di pusat adalah memastikan dukungan terbaik bagi seluruh satuan kerja agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,”jelasnya.
Faisal juga mendorong penguatan kompetensi lintas bidang, khususnya bagi teknisi dan observer, agar memiliki kemampuan yang lebih luas dalam mendukung berbagai layanan BMKG.
“Jadi, jika ada kesempatan belajar lintas tugas, dukunglah. Semakin banyak rentang tugas yang dikuasai, semakin siap nantinya saat mendapat amanah lebih tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, memaparkan perkembangan layanan, kondisi sumber daya, serta sejumlah inovasi yang telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas data dan informasi iklim di Bali.
Saat ini, Stasiun Klimatologi Bali mengelola jaringan pengamatan yang tersebar di berbagai wilayah, meliputi pos hujan, pos iklim, Automatic Rain Gauge (ARG), Automatic Weather Station (AWS), dan Automatic Agroclimate Weather Station(AAWS). Data dari jaringan tersebut dimanfaatkan untuk menyusun analisis dan prediksi curah hujan, informasi musim, analisis kekeringan, hingga prediksi ketersediaan air tanah guna mendukung sektor pertanian.
Selain memperkuat jaringan pengamatan, stasiun tersebut juga mengembangkan sejumlah inovasi digital, seperti aplikasi Obaklim (Observasi Agroklimat Berbasis Android), Singmapobli (Sistem Pengamatan dan Pelaporan Pos Iklim Bali), serta Dashboard Data Monitoring yang memungkinkan pemantauan kondisi peralatan otomatis secara real time.
Stasiun Klimatologi Bali juga berkontribusi dalam berbagai program lintas sektor, di antaranya pengembangan sistem informasi iklim untuk pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBDKlim) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan, serta mendukung pertanian modern berbasis iklim melalui pemasangan Mini AWS di lahan pertanian.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Faisal juga meninjau operasional Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai. Ia melihat langsung ruang operasional meteorologi penerbangan, taman alat, serta berdiskusi dengan para pegawai mengenai pelaksanaan tugas operasional dan pengembangan kapasitas SDM.
Melalui kunjungan tersebut, BMKG berharap penguatan inovasi, peningkatan kualitas layanan, dan pengembangan kapasitas SDM di daerah terus berlanjut sehingga informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang disampaikan kepada masyarakat semakin andal, responsif, dan bermanfaat. Inovasi yang lahir di unit pelaksana teknis juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi satuan kerja BMKG di berbagai daerah lainnya.










