
BNPB Catat Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Subang
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Subang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian serta penanganan bencana yang dilakukan pemerintah daerah hingga Minggu, 4 Desember 2025.
Salah satu kejadian yang dilaporkan adalah banjir rob yang melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu, 3 Januari, sekitar pukul 6.30 WIB. Banjir dipicu oleh kenaikan permukaan air laut yang menggenangi permukiman warga di wilayah pesisir.
Banjir rob tersebut berdampak pada empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Legonkulon, Legon Wetan, dan Mayang di Kecamatan Legonkulon, serta Desa Muara di Kecamatan Blanakan.
BNPB mencatat sebanyak 1.865 kepala keluarga atau 6.576 jiwa terdampak akibat kejadian ini. Selain itu, sekitar 1.515 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian muka air berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Subang telah melakukan kaji cepat serta penanganan awal di sejumlah lokasi terdampak banjir rob.
Merespons berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi.
Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan muka air laut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan mulai dari lingkungan keluarga dan rumah.
Saat beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diminta menjauhi pohon besar ketika hujan deras disertai angin kencang karena berpotensi tumbang.
Sementara itu, BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini, memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan dengan masyarakat.
Edukasi publik, simulasi kesiapsiagaan, serta respons cepat saat kondisi darurat dinilai penting untuk melindungi warga dan mengurangi dampak bencana.
Editor: Redaktur TVRINews
