TVRINews – Jakarta
Menko PMK Sugiono Pantau Langsung Pelaksanaan Skrining Kesehatan Siswa di SMPN 202 Jakarta
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah mencatatkan realisasi signifikan dengan menjangkau lebih dari 106,3 juta warga di seluruh Indonesia. Capaian tersebut setara dengan 81,84 persen dari target total 130 juta penerima manfaat pada tahun ini.

Sugiono (tengah): penguatan pencegahan penyakit sejak dini menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang kompetitif.(Foto: Bakom RI)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Pencapaian yang sudah menyentuh angka lebih dari 106 juta jiwa ini menunjukkan sistem yang kita jalankan berjalan efektif. Melalui peninjauan langsung di lapangan, kita ingin memastikan kualitas layanan sekaligus merumuskan solusi cepat jika ada kendala. Kami optimis target 130 juta penerima layanan akan tercapai,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa 20 Oktober 2026
Berdasarkan pemutakhiran data per 13 Oktober 2026, jangkauan layanan kesehatan ini terbagi ke dalam beberapa kelompok usia, meliputi 9 juta anak-anak, 27,2 juta usia sekolah, 57,2 juta usia dewasa, serta 12,8 juta lanjut usia (lansia).
Dalam peninjauan di lingkungan sekolah tersebut, pemeriksaan medis dilakukan secara menyeluruh mencakup pemantauan tekanan darah, kadar gula darah, fungsi penglihatan, pendengaran, hingga fasilitas konsultasi kesehatan jiwa.
Khusus bagi peserta didik, intervensi medis spesifik turut diterapkan. Siswi kelas sembilan mendapatkan skrining anemia, sementara siswi kelas tujuh menerima Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai langkah preventif pencegahan defisiensi zat besi. Pemerintah juga menggelar tes kebugaran bagi siswa kelas tujuh serta penapisan awal tuberkulosis (TB) melalui kuesioner yang dilanjutkan dengan pelacakan kontak erat.
Sugiono menekankan bahwa penguatan pencegahan penyakit sejak dini menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang kompetitif.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Pendekatan deteksi dini ini adalah cara paling efektif untuk menjaga kesehatan masyarakat. Jika masyarakat sehat, khususnya anak-anak kita sehat sedari dini, maka upaya kita mencetak manusia Indonesia unggul pasti akan berhasil,” kata Sugiono.
Langkah pemantauan lapangan berbasis data ini merupakan bagian dari upaya Kemenko PMK memastikan seluruh kebijakan strategis di sektor kesehatan berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.










