TVRINews, Semarang
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Jatirejo terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu pelaku UMKM setempat Effy Retno, mengungkapkan bahwa jumlah anggota UMKM di wilayah ini telah mencapai lebih dari 160 orang, dengan keunikan produk dari setiap Rukun Warga (RW) melalui konsep kampung tematik.
"Setiap RW di Jatirejo memiliki kampung tematik masing-masing. Misalnya Kokolaka, Kambera, Kajera, hingga GFF, semuanya memiliki ciri khas produk sendiri-sendiri," ujar Effy saat diterima tvrinews.com, Rabu, 25 Juni 2025.
Kokolaka dikenal dengan berbagai olahan dari kolangkaling seperti kerupuk, rendang kolangkaling, kempeng-kempeng kolangkaling, hingga manisan. Produk ini bahkan kerap dijadikan isian dalam menu sego guling, seperti oseng kolangkaling.
Sementara itu, wilayah Kajera dan Kambera menonjolkan produk minuman herbal seperti cabai jahe, minuman bunga telang, serta berbagai jenis keripik. Semua produk tersebut menjadi ciri khas masing-masing kampung tematik di Jatirejo.
Effy juga menambahkan bahwa pemasaran produk telah merambah ke berbagai daerah.
"Olahan dari Kokolaka, misalnya, pernah bekerja sama melalui program CSR dengan Pertiwi dan sudah sampai ke Jakarta. Penjualan juga dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram,”jelasnya.
Menariknya, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM di Jatirejo. Selain dilakukan secara mandiri oleh para pelaku usaha, kehadiran mahasiswa yang datang ke wilayah ini juga turut membantu memperkenalkan produk melalui platform digital dan media sosial.
“Penjualan saat ini tidak hanya bergantung pada kegiatan pasar langsung, tapi sudah berkembang lewat digitalisasi,”tuturnya.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, UMKM Jatirejo menunjukkan bahwa potensi kampung tematik mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.
Editor : Redaksi TVRINews
Baca Juga:
| Semarang Bangun Ekonomi Rakyat lewat Koperasi Merah Putih |










