TVRINews, Sidoarjo
Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Ketut Sumedana, memastikan pihaknya terus mengawal penanganan 80 siswa yang masih menjalani rawat inap pascainsiden keamanan pangan di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo.
Ketut menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama BGN. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan siswa terdampak memperoleh penanganan yang dibutuhkan.
“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ketut dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 3 September 2026.
Berdasarkan data per 2 September pagi, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan medis. Sebanyak 312 siswa telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sedangkan 120 siswa lainnya masih dalam tahap observasi.
BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang hingga kini masih mendampingi proses perawatan.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.
Di sisi lain, proses investigasi masih terus dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan penyebab insiden secara menyeluruh.
BGN memastikan proses penanganan siswa berjalan beriringan dengan investigasi. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi bahan penting dalam evaluasi dan penguatan pengawasan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” tutur Ketut.
BGN menyatakan penanganan akan terus dilakukan hingga tuntas, dengan mengutamakan keselamatan penerima manfaat serta memastikan proses investigasi berjalan secara menyeluruh dan bertanggung jawab.










