TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, Irma Chaniago, meminta Badan Gizi Nasional menjelaskan secara terbuka besaran biaya untuk setiap porsi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Permintaan tersebut disampaikan Irma saat rapat dengar pendapat Komisi IX DPR RI bersama BGN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. Dalam rapat tersebut, BGN memaparkan usulan anggaran Program MBG 2027 yang mencapai Rp232,5 triliun.
Irma menilai kejelasan mengenai nilai setiap porsi penting untuk memastikan pelaksanaan program berjalan transparan dan tidak menimbulkan perbedaan informasi di masyarakat.
Ia juga meminta BGN mempertimbangkan masukan Komisi IX dalam penyusunan dan pelaksanaan program, sehingga penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya minta kepada BGN untuk melaksanakan apa yang kami sampaikan hari ini, tolong apa yang saya sampaikan dilakukan agar tidak merugikan negara, tidak merugikan rakyat, dan mampu mendorong pemerintah siapkan fiskal cukup bagi keberlangsungan makan bergizi gratis ini,” kata Irma, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Irma, istilah makan bergizi perlu dipahami sesuai tujuan program, bukan sekadar memberikan makanan hingga penerima merasa kenyang. Karena itu, komposisi dan nilai anggaran yang melekat pada setiap porsi juga perlu dijelaskan kepada publik.
“Makan bergizi itu bukan makan kenyang tapi makan bergizi, dan itu harus tersampaikan ke masyarakat bahwa harganya berapa, ya, harganya berapa,” ujar Irma.
Ia menyinggung adanya informasi berbeda mengenai nilai makanan yang diterima masyarakat. Menurutnya, perbedaan informasi mengenai harga per porsi berpotensi menimbulkan pertanyaan publik.
“Karena sampai hari ini banyak sekali orang yang bilang harganya Rp15 ribu, tapi yang terdistribusi hanya senilai Rp6.000, misalnya seperti itu,” ucapnya.
Irma menegaskan, BGN perlu memberikan penjelasan mengenai struktur biaya tersebut secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penggunaan anggaran program MBG.
“Ini kan harus tersampaikan ke publik, itu yang harus disampaikan BGN ke publik biar jangan terjadi confused informasi di tengah-tengah masyarakat,” kata Irma.
Menurutnya, transparansi mengenai nilai setiap porsi menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan.










