TVRINews, Pontianak
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau progres revitalisasi sekolah di Kalimantan Barat. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di wilayah tersebut mencakup 943 sekolah dengan dukungan anggaran Rp846,68 miliar untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Abdul Mu’ti meninjau proses revitalisasi di SMAN 7 Pontianak dan SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Program ini ditujukan untuk menyediakan fasilitas belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi murid serta guru.
“Kita targetkan revitalisasi ribuan satuan pendidikan tahun ini sebagai wujud komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki mutu dan kualitas pembelajaran anak bangsa di seluruh Indonesia,” ujar Menteri Mu’ti dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Kemendikdasmen, Senin, 19 Oktober 2026.
Di Kota Pontianak, program revitalisasi mencakup 46 sekolah dengan total anggaran Rp38,35 miliar. Pelaksanaannya juga melibatkan 585 tenaga kerja lokal.
Salah satu penerima bantuan adalah SMAN 7 Pontianak. Sekolah yang berdiri sejak 1973 tersebut membutuhkan perbaikan sejumlah fasilitas, termasuk laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Kepala SMAN 7 Pontianak, Ibrahim, mengatakan sekolahnya belum pernah menerima program revitalisasi sebelumnya. Karena itu, perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
“Maka dari itu yang darurat kami utamakan dulu, demi kenyamanan dan keamanan belajar,” ungkap Ibrahim.
SMAN 7 Pontianak memperoleh alokasi bantuan revitalisasi sebesar Rp1,05 miliar untuk memperbaiki laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang kelas. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelayakan fasilitas belajar di sekolah.
Keterbatasan ruang kelas yang layak juga berdampak pada pengaturan kegiatan belajar. Selama dua tahun terakhir, SMAN 7 Pontianak menerapkan pembelajaran dalam dua sesi, yakni pagi dan sore, untuk mengakomodasi kebutuhan rombongan belajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 7 Pontianak, Reza Pratama, mengatakan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai diperlukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar lebih baik.
“Kami sangat butuh bantuan terkait pembangunan ini, karena ketika kita mempunyai prasarana dan sarana yang bagus, kita bisa melangkah lebih jauh juga,” kata Reza.
Harapan serupa disampaikan Aida Nafisa Aristantio, siswi kelas XII SMAN 7 Pontianak. Ia berharap proses revitalisasi segera selesai agar guru dan murid dapat kembali menggunakan fasilitas sekolah dengan nyaman.
“Kami berharap revitalisasi gedung ini dapat segera selesai sehingga guru bisa kembali memiliki ruang guru dan anak murid bisa belajar dengan normal,”ungkap Aida.
Selain di Pontianak, revitalisasi juga dilaksanakan di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sekolah tersebut menerima bantuan sebesar Rp2,2 miliar untuk merehabilitasi ruang kelas dan membangun ruang kelas baru.

(Foto: Kemendikdasmen)
Siswi kelas 6A SD Negeri 39 Sungai Raya, Aqila Viandra, menyambut gembira rencana pembangunan ruang kelas baru di sekolahnya. Ia berharap fasilitas tersebut dapat membuat kegiatan belajar semakin menyenangkan dan meningkatkan semangat belajar murid.
“Wah senang banget, karena ruangan baru juga, tambah senang, tambah semangat,” ujar Aqila.
Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan. Sebelumnya, sebanyak 16.167 sekolah telah menerima program revitalisasi pada 2025.
Melalui program tersebut, Kemendikdasmen berupaya meningkatkan kelayakan sarana dan prasarana pendidikan agar semakin banyak sekolah memiliki lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Mari terus bersemangat dan berdedikasi mencerdaskan bangsa, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan berkualitas,” pungkasnya.










