TVRINews, Jakarta
Siklon Tropis Champi yang berada di Laut Filipina, sebelah utara Papua, berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Berdasarkan informasi Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan tersebut berlaku selama 24 jam ke depan hingga Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB. Hal ini diterima TVRINews melalui rilis BMKG pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB.
BMKG menjelaskan, Siklon Tropis Champi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 96W yang mencapai intensitas siklon tropis pada 15 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, saat masih berada di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta.
Siklon tersebut mulai memasuki wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 19 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini, Champi terpantau berada di Laut Filipina, sebelah utara Papua.
Dalam prakiraannya, BMKG menyebutkan kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Champi diperkirakan meningkat dalam 24 jam ke depan. Meski demikian, intensitasnya diprakirakan masih berada pada kategori empat, dengan arah pergerakan ke barat-barat laut.
Adapun wilayah perairan Indonesia yang berpotensi mengalami gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori sedang meliputi:
* Perairan Kepulauan Talaud.
* Laut Maluku.
* Perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua.
* Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut serta mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG. Informasi terbaru mengenai perkembangan Siklon Tropis Champi dapat diakses melalui laman resmi TCWC Jakarta di https://tropicalcyclone.bmkg.go.id.










