TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memanfaatkan seni rupa sebagai sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana di Sumatera. Salah satunya melalui kegiatan SHOWCASE "Melukis bersama Asosiasi dan Anak-Anak" yang melibatkan 100 siswa SD dan SMP di Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut digelar pada 4-6 September 2026 di Monumen TNI AL Marinir, Pantai Gandoriah, Kota Pariaman. Sebanyak 100 karya lukisan hasil kreativitas para siswa dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri sekaligus menjalani proses pemulihan melalui seni.
"Kami mengapresiasi SHOWCASE di Kota Pariaman yang telah menghadirkan ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi dan pulih melalui seni," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ekonomi kreatif dapat hadir untuk menjawab kebutuhan kemanusiaan, termasuk membantu membangun kembali kepercayaan diri anak setelah mengalami bencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ekraf Peduli yang menjadikan seni rupa sebagai sarana pemulihan psikososial, ruang aman berekspresi, serta media bagi anak untuk mengolah pengalaman pascabencana melalui proses kreatif.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Ekraf Yuke Sri Rahayu menilai seni rupa memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai sarana pemulihan dan pemberdayaan.
"SHOWCASE ini adalah bukti bahwa seni rupa memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif, bukan hanya sebagai produk budaya, tetapi juga sarana pemulihan dan pemberdayaan," kata Yuke.
Ia menambahkan, kreativitas anak-anak dapat menjadi energi untuk bangkit dan beradaptasi setelah mengalami bencana.
Sementara itu, Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Ekraf Dadam Mahdar mengatakan 100 lukisan yang dipamerkan merupakan simbol dari proses pemulihan yang dijalani para siswa.
"Sebanyak 100 karya yang ditampilkan bukan sekadar lukisan, melainkan simbol harapan baru," ucap Dadam.
Sebelum mengikuti SHOWCASE, 100 pelajar dari 42 sekolah negeri dan swasta di empat kecamatan di Kota Pariaman telah mengikuti BOOTCAMP pada 20-22 Agustus 2026.
Dalam proses tersebut, para siswa diajak menggunakan seni untuk mengenali perasaan dan pengalaman mereka, kemudian menuangkannya dalam bentuk karya visual. Aktivitas melukis diharapkan dapat membantu anak merasa lebih tenang dan aman sekaligus memperkuat interaksi sosial yang positif.
Program ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Sumatera.
Dengan demikian, pemulihan pascabencana tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada aspek psikososial, penguatan kapasitas, kreativitas, dan kualitas talenta muda.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan untuk memperkuat ekosistem seni rupa sekaligus mendorong Kota Pariaman menjadi salah satu pusat kreativitas di Sumatera Barat.
Rangkaian SHOWCASE turut diisi dengan talkshow bersama psikolog anak Rifdha Wahyuni dan para mentor BOOTCAMP. Kegiatan juga diwarnai pengumuman 10 karya paling inspiratif dari kategori siswa SD dan SMP.
Melalui program tersebut, Kementerian Ekraf mendorong seni tidak hanya menjadi ruang berkarya, tetapi juga bagian dari proses pemulihan masyarakat dan anak-anak setelah bencana.










