TVRINews, Siak
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak, Riau, dilaporkan telah mencapai 273,423 hektare hingga 10 September 2026. Guna mengatasi lonjakan eskalasi tersebut, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI menyiapkan sejumlah skema bantuan dan strategi operasional penanganan di lapangan.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI Thomas Nifinluri menyampaikan dukungan tersebut saat berkunjung ke Siak pada Jumat 11 September 2026. Ia mengapresiasi kerja keras tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat yang terus memadamkan api di kawasan hidrologi gambut meski menghadapi keterbatasan alat dan anggaran.
“Kami mendapat laporan, kerja sama dan kolaborasi gotong royongnya sangat luar biasa. Memang kerja-kerja seperti ini yang seharusnya terus digelorakan karena menjadi kunci dalam pengendalian karhutla,” kata Thomas.
Thomas memaparkan bahwa Kemenhut akan mengerahkan berbagai langkah taktis untuk mendukung penanganan karhutla Siak, terutama menghadapi prediksi puncak musim kemarau yang berpotensi berlanjut hingga awal 2027.
“Kita akan siapkan strategi, mulai dari modifikasi cuaca, bahkan skema pemantauan darat dan udara dengan mengerahkan sumber daya yang ada,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Siak Syamsurizal memaparkan kondisi penanganan di lapangan sekaligus menyerahkan dokumen permohonan bantuan operasional kepada Kementerian Kehutanan.
Syamsurizal menegaskan bahwa keterbatasan sarana dan logistik tidak memutus semangat petugas untuk mengamankan ekosistem kawasan hutan serta pemukiman warga dari ancaman karhutla.
“Kami bekerja seikhlas-ikhlasnya tanpa memandang bulu, kami berusaha bagaimana agar api segera padam. Karena yang kami jaga adalah keselamatan masyarakat sekaligus kawasan hutan tempat satwa tinggal yang juga menjadi aset negara,” ucap Syamsurizal.
Ia berharap kunjungan serta bantuan Kemenhut dapat menjadi solusi konkret atas kendala operasional yang dihadapi pemerintah daerah.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi jalan keluar bagi persoalan yang kami hadapi di lapangan. Penanganan karhutla di Siak kami lakukan secara gotong royong bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, perusahaan hingga masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara menerangkan bahwa dari total 273,423 hektare area terbakar, sebanyak 111,33 hektare di antaranya berada di kawasan hutan dan sisanya merupakan lahan masyarakat.
Eskalasi kebakaran tercatat meningkat signifikan sepanjang Agustus hingga September di kawasan vital seperti Taman Nasional Zamrud, Kampung Dayun, Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, hingga Tasik Betung.
Kondisi tersebut memaksa Satgas Karhutla membagi penempatan personel dan peralatan ke berbagai titik dalam waktu yang bersamaan.
“Tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan anggaran, alat berat, logistik, serta kebutuhan operasional untuk penanganan kebakaran di lahan gambut,” ujar Novendra.










