TVRINews – New Delhi
Mahasiswa Indonesia di India menaruh harapan besar pada implementasi kerja sama nyata usai kehadiran Presiden Prabowo di KTT BRICS.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai rangkaian kunjungan kerjanya di India dengan agenda utama menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Kedatangan Kepala Negara di hotel tempatnya bermalam Jumat, 11 September 2026, disambut meriah oleh jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi serta puluhan mahasiswa dan diaspora tanah air.
Suasana penyambutan berlangsung cair ketika anak-anak diaspora mengenakan busana tradisional nusantara maju untuk mempersembahkan buket bunga kepada Presiden Prabowo. Momen ini sekaligus dimanfaatkan para pelajar Indonesia di India untuk bersilaturahmi langsung dengan Kepala Negara di sela-sela agenda diplomatik yang padat.
Hilyatu Zahra, kandidat doktor Biochemical Engineering and Biotechnology di Indian Institute of Technology (IIT) Delhi, mengungkapkan kekagumannya atas keramahan Presiden. Dalam perbincangan singkat tersebut, Presiden Prabowo menyempatkan diri menggali informasi terkait bidang studi dan jenjang pendidikan para pelajar.
"Beliau sangat ramah dan menanyakan detail studi kami, mulai dari jurusan hingga kampus tempat kami belajar," ujar Hilyatu. Ia menambahkan, Presiden turut memberikan motivasi agar para mahasiswa tekun menimba ilmu demi meraih kesuksesan.
Sebagai bagian dari komunitas intelektual di luar negeri, Hilyatu menaruh harapan besar terhadap keikutsertaan Indonesia dalam forum BRICS. Menurutnya, forum internasional ini momentum strategis untuk memperkuat kemitraan konkret dengan negara-negara anggota.
"Kami berharap langkah Indonesia di KTT ini tidak berhenti pada level dialog, melainkan berlanjut pada implementasi nyata yang memperkokoh posisi strategis bangsa di kancah global," imbuhnya.
Senada dengan Hilyatu, Aiko, mahasiswi Aligarh Muslim University yang telah menetap selama tiga tahun di India, menilai kehadiran Presiden memberikan suntikan moril tersendiri bagi diaspora.
"Pertemuan ini membuat kami merasa dihargai sebagai bagian dari elemen bangsa yang sedang menimba ilmu di luar negeri," ungkap Aiko.
Kebanggaan serupa dirasakan Jeremia Himawan, mahasiswa Ilmu Politik di Delhi University. Ia memandang lawatan kenegaraan ini sebagai refleksi kuatnya ikatan diplomasi bilateral antara Jakarta dan New Delhi.
"Kedatangan beliau menegaskan eratnya hubungan persahabatan kedua negara. Kami tentu berharap lawatan ini semakin mempererat kolaborasi strategis ke depan," tutur Jeremia.
KTT ke-18 BRICS yang dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 13 September 2026 ini menjadi panggung penting bagi diplomasi ekonomi dan politik luar negeri Indonesia. Kehadiran komunitas pelajar di India tidak hanya mencerminkan eratnya ikatan emosional antara pemimpin dan warga negaranya, tetapi juga dukungan penuh terhadap misi memperluas pengaruh geopolitik Indonesia di tingkat multilateral.










