TVRINews, Purwokerto
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, Sabtu, 12 September 2026 dini hari, membuat perjalanan sejumlah kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dihentikan.
PT KAI Daop 5 Purwokerto memberlakukan Berhenti Luar Biasa atau BLB terhadap delapan perjalanan kereta api. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi untuk memastikan kondisi jalur tetap aman setelah gempa terjadi.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan penghentian sementara dilakukan sesaat setelah gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB.
“Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 8 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa,” ujar As’ad dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut As’ad, selama kereta berhenti, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi prasarana perkeretaapian. Pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian lintasan yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
Petugas memeriksa sejumlah prasarana penting, mulai dari rel, jembatan, terowongan hingga fasilitas yang menunjang operasional kereta api.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di wilayah Daop 5 Purwokerto dalam kondisi aman. Tidak ditemukan kerusakan yang berkaitan dengan gempa sehingga perjalanan dapat kembali dilanjutkan.
“Seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa,” jelas As’ad.
Setelah lintasan dinyatakan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali berjalan. KAI memastikan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari prosedur keselamatan untuk melindungi penumpang maupun perjalanan angkutan barang.
Delapan perjalanan yang sempat mengalami BLB terdiri atas kereta penumpang dan kereta angkutan barang dengan waktu penghentian yang berbeda.
KA 64B Manahan relasi Gambir–Solo Balapan berhenti selama 20 menit. KA 258B Progo relasi Pasar Senen–Lempuyangan selama 24 menit, sedangkan KA 274 Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar mengalami penghentian selama 31 menit.
Untuk kereta angkutan, KA 2711 angkutan semen berhenti selama 31 menit, disusul KA 2721 angkutan semen selama 32 menit. KA 305 angkutan retail mengalami BLB selama 39 menit.
Sementara KA 288 Serayu relasi Pasar Senen–Purwokerto sempat berhenti selama 55 menit. Adapun KA 2506 angkutan BBM mengalami penghentian paling lama, yakni 59 menit.
As’ad menegaskan, keputusan menghentikan perjalanan sementara merupakan bagian dari upaya KAI memastikan perjalanan kereta api tetap memenuhi aspek keselamatan.
“Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,” tegasnya.
Dengan selesainya pemeriksaan, operasional kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto kembali normal. KAI tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi prasarana sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan alam susulan.










